https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gencatan Senjata Berlanjut, Iran Ragu Lanjutkan Perundingan

Mutiul Alim | Rabu, 22/04/2026 11:01 WIB



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Washington memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada 17 April 2026, sesaat sebelum Iran mengumumkan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Washington memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Keputusan ini diambil saat Washington tengah menunggu proposal terpadu dari Republik Islam tersebut guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian perundingan menit-menit terakhir sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada Rabu esok. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga menegaskan bahwa meski gencatan senjata diperpanjang, militer AS tetap akan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Situasi ini, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membuat Teheran belum mengambil keputusan final apapun untuk menghadiri perundingan lanjutan. Sebab, blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Baca juga :
Trump Senang, Gencatan Senjata Bantu Isi Ulang Amunisi

"Trump bisa berubah pikiran mengenai negosiasi dengan Iran kapan saja. Presiden memiliki opsi-opsi lain selain memulai kembali serangan udara jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan," kata pejabat Gedung Putih yang berbicara anonim, sebagaimana dikutip dari AP pada Rabu (22/4).

Meskipun gencatan senjata diperpanjang, retorika kedua belah pihak tetap keras. Trump sempat memperingatkan bahwa banyak bom akan mulai meledak jika tidak ada kesepakatan. Di sisi lain, Jenderal Majid Mousavi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menghancurkan industri minyak kawasan jika perang berlanjut.

Baca juga :
Pakistan Desak AS-Iran Perpanjang Gencatan Senjata

"Jika tetangga di selatan mengizinkan musuh menggunakan fasilitas mereka untuk menyerang Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di wilayah Timur Tengah," ujar Majid Mousavi.

Kontrol atas Selat Hormuz menjadi kunci utama negosiasi. Saat ini, harga minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati $95 per barel, melonjak lebih dari 30 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari. AS menuntut agar jalur pelayaran internasional tersebut dibuka kembali sepenuhnya tanpa hambatan.

Baca juga :
Negosiasi Bergeser, Selat Hormuz Jadi Senjata Geopolitik Utama Iran

Para pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif, bekerja intensif untuk memastikan putaran kedua pembicaraan dapat terlaksana di Islamabad.

Menteri Luar Negeri Ishaq Dar telah bertemu dengan perwakilan AS dan China untuk mendorong solusi damai. Keamanan di Islamabad telah diperketat dengan pengerahan ribuan personel guna mengawal proses diplomasi tingkat tinggi ini.

Sejak perang pecah, otoritas melaporkan setidaknya 3.375 orang tewas di Iran. Konflik ini juga merenggut nyawa 23 warga di Israel, belasan warga di negara-negara Teluk, serta 15 tentara Israel di Lebanon dan 13 personel militer AS di seluruh kawasan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gencatan Senjata Perundingan Perdamaian Perang AS vs Iran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777