https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lufthansa Pangkas 20.000 Penerbangan Akibat Meroketnya Harga Avtur

Mutiul Alim | Rabu, 22/04/2026 11:20 WIB



Maskapai Jerman Lufthansa AG akan menghapus 20.000 penerbangan jarak pendek yang tidak ekonomis dari jadwal perjalanan musim panas di Eropa. Pesawat-pesawat maskapai penerbangan Jerman Lufthansa diparkir di bandara Frankfurt di Frankfurt, Jerman, 2 Juni 2020. Reuters/Kai Pfaffenbach/File Photo

Frankfurt, Jurnas.com - Maskapai Jerman Lufthansa AG akan menghapus 20.000 penerbangan jarak pendek yang tidak ekonomis dari jadwal perjalanan musim panas di Eropa.

Dikutip dari Bloomberg pada Rabu (22/4), keputusan ini diambil untuk menghemat bahan bakar jet yang harganya telah melonjak dua kali lipat sejak dimulainya perang Iran.

Grup maskapai terbesar di Eropa ini menyatakan bahwa pemangkasan tersebut setara dengan 1 persen dari total kapasitas kursi kilometer yang tersedia. Melalui kebijakan tersebut, perusahaan menargetkan penghematan sekitar 40 juta kg bahan bakar jet.

Baca juga :
Negosiasi Bergeser, Selat Hormuz Jadi Senjata Geopolitik Utama Iran

Sebelumnya, Lufthansa mengumumkan penutupan unit regional Cityline dan pengandangan (grounding) 27 pesawat tua yang boros bahan bakar pada pertengahan April lalu.

Selain menghadapi tekanan biaya energi, Lufthansa juga tengah berjuang melawan aksi mogok kerja yang dilakukan oleh pilot dan awak kabin mereka.

Baca juga :
Perang Ganggu Pasokan, Harga Kondom Merek Ini Bakal Mahal

Krisis di Timur Tengah telah memicu penyesuaian besar-besaran di industri penerbangan dunia. Berdasarkan data firma analitik Cirium, kapasitas industri global untuk bulan Mei telah terpangkas sekitar 3 poin persentase, dengan 19 dari 20 maskapai terbesar dunia melakukan pengurangan jadwal penerbangan.

Cirium juga merevisi prediksi pertumbuhan industri tahun 2026 yang awalnya dipatok 4 persen hingga 6 persen, kini berpotensi mengalami penurunan hingga 3 persen tergantung pada kondisi konflik yang sedang berlangsung.

Baca juga :
Trump Tolak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan profitabilitas, Lufthansa berencana memangkas 4.000 pekerjaan administratif pada 2030. Maskapai ini juga akan mengalihkan lebih banyak penerbangan jarak pendek ke unit berbiaya rendah seperti City Airlines dan Discover.

Strategi ini diharapkan dapat menekan pengeluaran karena biaya awak kapal di unit-unit tersebut tercatat hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan maskapai utama Lufthansa.

Pembatalan 120 penerbangan pertama mulai diberlakukan pada 21 April dan akan efektif hingga akhir Mei, sementara rincian pengurangan yang lebih luas hingga akhir musim panas akan diumumkan pada akhir April atau awal Mei mendatang.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Krisis Migas Avtur Mahal Maskapai Lufthansa Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777