https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gelombang Panas Ekstrem, Prediksi Cuaca Akurat Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa

Agus Mughni | Rabu, 15/04/2026 13:15 WIB



Gelombang panas yang makin sering dan intens akibat perubahan iklim kini menjadi ancaman kesehatan serius di berbagai negara Illustrasi lahan pertanian kekeringan akibat perubahan iklim-gelombang panas ekstrem (jurnas/Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Gelombang panas yang makin sering dan intens akibat perubahan iklim kini menjadi ancaman kesehatan serius di berbagai negara. Namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa alat untuk memprediksi cuaca bisa menjadi penyelamat nyawa dalam skala besar.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan bahwa peningkatan akurasi prakiraan cuaca berpotensi menekan angka kematian akibat panas ekstrem secara signifikan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa suhu tinggi bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Gelombang panas dapat memicu dehidrasi, heatstroke, hingga kematian.

Baca juga :
Sebagian Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan pada Sabtu Siang hingga Sore

Dikutip dari Earth, perubahan iklim membuat kondisi ini semakin berbahaya karena hari-hari dengan suhu ekstrem menjadi lebih sering terjadi.

“Panas ekstrem dapat datang tanpa peringatan. Satu kesalahan kecil, seperti keluar rumah pada waktu yang tidak tepat, dapat berubah menjadi berbahaya,” demikian pengantar dalam studi tersebut.

Baca juga :
BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Hari Ini

Riset yang dipimpin oleh Derek Lemoine menemukan bahwa peningkatan akurasi prakiraan suhu jangka pendek dapat menurunkan kematian akibat panas di Amerika Serikat hingga sekitar 18 persen. Dalam skenario terbaik, angka itu bisa mencapai 25 persen pada tahun 2100.

“Hal itu dapat mengimbangi tambahan kematian akibat panas yang disebabkan oleh perubahan iklim,” kata Lemoine.

Baca juga :
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sore Ini

Ia menambahkan, meski perubahan iklim tetap membawa dampak buruk, peningkatan kualitas prakiraan cuaca dapat mengurangi sebagian risiko tersebut.

“Untuk memperjelas, kami tetap tidak ingin mengalami perubahan iklim, tetapi setidaknya kita dapat menemukan cara untuk berpotensi mengimbangi peningkatan angka kematian. Meskipun cuaca dingin ekstrem sangat mematikan, orang-orang terutama menggunakan prakiraan cuaca untuk menghindari panas,” kata Lemoine.

“Mengingat perubahan iklim akan meningkatkan frekuensi panas ekstrem, prakiraan cuaca yang akurat akan menjadi semakin berharga,” dia menambahkan.

Studi ini menemukan bahwa kesalahan kecil dalam prakiraan suhu bisa berakibat fatal, terutama saat terjadi cuaca panas ekstrem. Ketika suhu diprediksi lebih rendah dari kondisi sebenarnya, masyarakat cenderung tidak melakukan langkah pencegahan yang cukup.

Dampaknya, risiko kematian meningkat secara signifikan pada hari-hari panas.

Sebaliknya, pada cuaca dingin, dampak kesalahan prediksi tidak sebesar pada kondisi panas ekstrem. Hal ini karena kematian akibat panas jauh lebih sering terjadi dibandingkan dingin dalam konteks perubahan iklim saat ini.

Para peneliti menggunakan data prakiraan dari National Weather Service dan membandingkannya dengan data suhu aktual dari PRISM Climate Group.

Analisis ini mencakup ribuan lokasi dan bertahun-tahun data cuaca di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan pola konsisten: semakin akurat prakiraan cuaca, semakin rendah angka kematian akibat panas.

Kabar baiknya, akurasi prakiraan cuaca terus meningkat. Studi tersebut mencatat bahwa akurasi meningkat sekitar 34 persen antara 2005 hingga 2023.

Kemajuan ini didorong oleh teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang mampu memproses data atmosfer dalam jumlah besar secara cepat.

Namun para peneliti mengingatkan bahwa teknologi saja tidak cukup. Kualitas data, sistem observasi, dan investasi pada infrastruktur meteorologi tetap menjadi faktor penting agar prediksi terus membaik.

Penelitian ini juga menekankan bahwa ramalan cuaca bukan hanya soal informasi harian, tetapi bagian dari sistem perlindungan nyawa manusia.

“Para ekonom tidak menilai kehidupan itu sendiri. Kami menilai pengurangan risiko kematian,” kata Lemoine.

Ia menjelaskan bahwa dalam kebijakan publik, nilai penyelamatan nyawa sangat besar sehingga peningkatan sistem prakiraan cuaca dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan.

“Setelah Anda menerapkan nilai tersebut pada jumlah nyawa yang terselamatkan melalui prakiraan cuaca yang lebih baik, Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat besar dari investasi dalam prakiraan cuaca,” kata Lemoine.

Dalam berbagai skenario penelitian, peningkatan kualitas prakiraan cuaca dapat menyelamatkan sekitar 2.000 hingga hampir 3.000 nyawa per tahun, bahkan tanpa memperhitungkan peningkatan suhu global di masa depan.

Jika pemanasan global terus berlanjut, manfaatnya bisa jauh lebih besar.

Studi ini menegaskan bahwa ramalan cuaca bukan sekadar informasi rutin harian di ponsel, misalnya, tetapi alat penting untuk keselamatan publik. Di tengah dunia yang semakin panas, prediksi yang lebih akurat bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati.

Meski tidak bisa menghentikan perubahan iklim, teknologi prakiraan cuaca yang lebih baik dan akurat dapat membantu manusia beradaptasi, dan berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gelombang Panas Ekstrem Prediksi Cuaca Perubahan Iklim Prakiraan Cuaca

Terkini | Rabu, 21/10/2026 05:28 WIB

Gaya Hidup

Mengenal Sejarah Hari Martabat Global yang Diperingati Setiap 21 Oktober

Gaya Hidup

Mengapa Hari Perayaan Pikiran Diperingati Setiap 21 Oktober?

Kesehatan

Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium 21 Oktober, Ini Sejarahnya

Humanika

21 Oktober 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Iran Peringatkan AS soal Serangan Militer dan Bantah Negosiasi Nuklir

News

Mahasiswa Tagih Janji Prabowo Tangkap Pelaku Tambang Ilegal

News

Mentrans Dorong Penyelesaian Konflik Tanah Transmigrasi yang Berlarut-larut

News

Mahasiswa Bakal Gelar Demo Lebih Besar saat Peringatan Sumpah Pemuda

News

KPK Hibahkan 2 Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov DKI Jakarta

News

Demonstran Tunggangi Tugu Tani, Bentangkan Tuntutan-Teriakan Revolusi

News

Legislator PAN Sebut Realisasi Amnesti Masih Jauh dari Target

Info Bank BNI

BNI Lanjutkan Buyback Saham, Perkuat Fundamental dan Kinerja

News

Menteri Perindustrian Lantik Pengurus Pusat Iperindo Periode 2026–2030

News

Hari ATC Sedunia, AirNav Komit Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

News

KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal dan Penumpang Berhasil Dievakuasi

News

Ketua DPR Minta Pemerintah Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

News

Legislator Minta Penanganan Karhutla Kalsel Prioritaskan Kesehatan Warga

Ekonomi

Hingga Saat Ini, Sumbangan Pemulihan Desa Sade Capai Rp4,7 Miliar

Terpopuler

Selasa, 20/10/2026 01:01 WIB
Humanika

20 Oktober 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Selasa, 20/10/2026 09:37 WIB
News

Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777