https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penundaan Pasukan ke Gaza Langkah Realistis di Tengah Eskalasi Timteng

Samrut Lellolsima | Rabu, 18/03/2026 18:06 WIB



Keputusan menunda pengiriman pasukan harus dipahami sebagai langkah yang mempertimbangkan dinamika geopolitik dan aspek keamanan secara komprehensif. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai keputusan pemerintah menunda pengiriman 8.000 pasukan Indonesia untuk misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza merupakan langkah yang tepat di tengah meningkatnya dinamika konflik di Timur Tengah.

Menurut dia, keputusan tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian pemerintah dalam membaca situasi geopolitik global, sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan secara menyeluruh, termasuk perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

“Keputusan menunda pengiriman pasukan harus dipahami sebagai langkah yang mempertimbangkan dinamika geopolitik dan aspek keamanan secara komprehensif,” kata Amelia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/3).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu menekankan bahwa dalam situasi konflik yang masih sangat fluktuatif, prinsip kehati-hatian menjadi hal utama agar keterlibatan Indonesia tetap berada dalam koridor hukum internasional serta mandat perdamaian yang jelas.

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

“Artinya pemerintah kita sangat peka terhadap kondisi yang sedang berkembang. Secara prinsip saya mendukung langkah tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Amelia mengingatkan agar penundaan ini tidak dimaknai sebagai berkurangnya komitmen Indonesia terhadap upaya perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina.

Baca juga :
Amin AK Respons Saham RI Keluar dari MSCI

Ia menegaskan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam misi penjaga perdamaian dunia. Karena itu, setiap kebijakan strategis harus tetap menjaga kredibilitas, profesionalisme TNI, serta posisi Indonesia sebagai aktor yang konsisten dalam diplomasi kemanusiaan.

“Kita harus tetap memainkan peran aktif, baik melalui jalur diplomasi maupun bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah memutuskan untuk menunda pengiriman 8.000 pasukan dalam misi perdamaian ISF di Gaza.

“Semua di-hold,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi I Legislator NasDem Amelia Anggraini pasukan perdamaian Gaza Palestina

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777