https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Februari 2026, Penjualan Eceran Diperkirakan Meningkat

Untung Subagja | Selasa, 10/03/2026 14:05 WIB



Secara tahunan, menurut dia, kinerja penjualan eceran Februari 2026 didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok Produk alat rumah tangga Indonesia di pameran The Inspired Home Show (IHS). (Foto: Humas Kemendag)

Jakarta, Jurnas.com - Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang digelar Bank Indonesia (BI) prakirakan penjualan eceran pada Februari 2026 meningkat, baik secara tahunan (year-on-year/yoy) maupun secara bulanan (month-to-month/mtm).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, mengatakan hal itu tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy) serta secara bulanan tumbuh sebesar 4,4 persen (mtm).

Secara tahunan, menurut dia, kinerja penjualan eceran Februari 2026 didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori (tumbuh 13,6 persen yoy), perlengkapan rumah tangga lainnya (4,9 persen yoy), dan subkelompok sandang (8,4 persen yoy).

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna di Balik Hari Hakim Perempuan Internasional 2026

Sedangkan secara bulanan, peningkatan penjualan eceran pada Februari 2026 terutama didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi (2,5 persen mtm), bahan bakar kendaraan bermotor (4,7 persen mtm), dan subkelompok sandang (9,6 persen mtm).

Peningkatan IPR pada mayoritas kelompok, menurut dia, sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadhan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca juga :
Sesi I, IHSG Menguat 52 Poin

Terkait realisasi pada Januari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy), terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi. Lalu makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 terkontraksi sebesar 2,7 persen (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah HBKN Natal dan Tahun Baru.

Baca juga :
Puan Desak PBB Segera Bertindak Soal Konflik di Timur Tengah

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu April 2026, diprakirakan turun, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan meningkat.

Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sedangkan IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia Penjualan Eeceran Februari 2026

Terkini | Senin, 20/04/2026 13:36 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777