https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Malam Lailatul Qadar, Ini Doa yang Diajarkan oleh Istri Nabi Muhammad SAW

Vaza Diva | Minggu, 08/03/2026 12:05 WIB



Di antara riuhnya persiapan umat Muslim mengejar malam Lailatul Qadar, ada satu percakapan singkat namun mendalam yang terekam dalam sejarah hadis. Ilustrasi - sedang berdoa saat malam Lailatur Qadar (Foto: Baznas)

Jakarta, Jurnas.com - Di antara riuhnya persiapan umat Muslim mengejar malam Lailatul Qadar, ada satu percakapan singkat namun mendalam yang terekam dalam sejarah hadis.

Percakapan itu terjadi antara Ummul Mukminin Aisyah RA dan Rasulullah SAW. Kala itu, Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, jika aku tahu malam apa itu Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Rasulullah SAW tidak menyarankan rangkaian doa yang panjang atau rumit.

Beliau justru mengajarkan satu kalimat singkat yang menggetarkan arsy:

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka `afuwwun tuhibbul `afwa fa`fu `annii"

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Mungkin kita sering bertanya, mengapa kita meminta "Maaf" (Afuw), bukan sekadar "Ampunan" (Maghfirah)? Dalam terminologi bahasa Arab dan hakikat spiritual, keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

Al-Maghfirah (Ampunan) diibaratkan seperti dosa yang ditutupi. Allah mengampuni dosa kita, tidak menyiksanya di akhirat, namun catatan dosa tersebut masih ada di dalam buku amal kita. Kita dimaafkan, tetapi "jejaknya" masih tersimpan.

Sedangkan Al-Afuww (Pemaafan) jauh lebih tinggi tingkatannya. Secara bahasa, Afuw berarti menghapus atau melenyapkan.

Jika Allah memberikan Afuw-Nya, maka dosa tersebut dihapus sepenuhnya dari buku catatan amal, dilupakan oleh malaikat pencatat, dan tidak akan diungkit lagi di hadapan kita pada hari hisab nanti. Ia benar-benar hilang seolah-olah kita tidak pernah melakukannya.

Dalam doa tersebut, terdapat pengakuan tulus: Tuhibbul `Afwa (Engkau menyukai pemaafan). Ini adalah bentuk tawasul (perantara) melalui sifat mulia Allah. Kita merayu Sang Pencipta dengan menyebutkan bahwa memaafkan adalah sifat yang Dia cintai.

Malam Lailatul Qadar adalah malam penetapan takdir untuk satu tahun ke depan. Memulai lembaran takdir baru dengan catatan amal yang benar-benar bersih ("putih") adalah anugerah terbesar yang bisa diraih seorang hamba.

Tidak ada gunanya tumpukan amal jika beban dosa masa lalu masih membayangi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Muhammad SAW Malam Lailatul Qadar Aisyah RA

Terpopuler

Kamis, 11/06/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

Peringatan Hari Bermain Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuannya

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Jum'at, 12/06/2026 03:03 WIB
Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777