https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trump Peringatkan Serangan Lebih Dahsyat ke Iran, Bidik Target Baru

Mutiul Alim | Minggu, 08/03/2026 03:30 WIB



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan serangan yang lebih dahsyat ke Iran, dan mengancam bakal memperluas serangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan serangan yang lebih dahsyat ke Iran, tak lama setelah negara Teluk itu meminta maaf kepada negara-negara tetangga akibat serangan rudal.

"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Minggu (8/3).

"Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel," dia menambahkan.

Baca juga :
Serangan Israel Tewaskan 294 Warga Sipil di Lebanon

Trump juga mengancam akan memperluas serangan untuk membidik target-target baru di Iran, pasca serangan pendahuluan AS-Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.

"Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan untuk dijadikan target hingga saat ini, karena perilaku buruk Iran, sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan dipastikan akan dibunuh," ujar dia.

Baca juga :
Veteran Marinir Ngamuk Akibat Perang AS dengan Iran

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan, dan menegaskan bahwa Teheran akan menghentikannya. Dia menyatakan bahwa agresi itu disebabkan oleh miskomunikasi di dalam jajaran militer.

Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran datang dari negara-negara tersebut.

Baca juga :
Kemenhaj: Jemaah Umrah yang Tertahan di Saudi Tersisa 158 Jemaah
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Presiden Donald Trump Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777