https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menkeu Purbaya Laporkan APBN di Januari 2026 Defisit 0,21 Persen

Untung Subagja | Senin, 23/02/2026 14:35 WIB



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, postur fiskal nasional berada pada kondisi yang stabil dengan tingkat defisit yang terjaga Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2026 defisit sebesar Rp54,6 triliun atau setara dengan 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, postur fiskal nasional berada pada kondisi yang stabil dengan tingkat defisit yang terjaga.

"Angka ini masih sangat terkendali dan masih dalam koridor desain APBN 2026," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).

Baca juga :
Liverpool Pesta Gol, Hugo Ekitike Akui Masih Belum Puas

Berdasarkan data realisasi per 31 Januari 2026, kinerja pendapatan dan belanja negara menunjukkan dinamika. Pendapatan Negara terkumpul sebesar Rp172,7 triliun.

Pendapatan ini bersumber dari penerimaan perpajakan yang tetap solid serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang didorong oleh stabilitas harga komoditas.

Baca juga :
Diprediksi Naik 15 Persen, ASDP Perkuat Layanan di Kepulauan Riau

Realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun, atau mencakup 5,9 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2026. Penyerapan ini difokuskan untuk membiayai berbagai program prioritas nasional dan belanja modal pemerintah.

Keseimbangan Primer mencatatkan defisit sebesar Rp4,2 triliun, yang menunjukkan selisih antara pendapatan negara dikurangi belanja negara (di luar pembayaran bunga utang).

Baca juga :
Kemlu Imbau WNI Tetap Tenang-Waspada, Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Meskipun mencatatkan defisit di awal tahun, Purbaya menjelaskan bahwa selisih tersebut merupakan bagian dari strategi akselerasi pemerintah untuk memastikan program-program strategis langsung berjalan di awal tahun.

"Ini menentukan akselerasi belanja pemerintah, khususnya program prioritas," ujarnya.

Purbaya memastikan bahwa APBN akan terus berperan sebagai instrumen countercyclical atau penggerak ekonomi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 akan terus terjaga melalui pengelolaan fiskal yang kredibel.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

APBN 2026 Kementerian Keuangan Januari 2026

Terkini | Sabtu, 04/04/2026 13:47 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777