https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Serangan Siber Makin Canggih di Era AI

Agus Mughni | Minggu, 01/02/2026 10:47 WIB



Wamenkomdigi mengatakan, risiko tidak lagi terbatas pada sistem besar, tetapi menyentuh rekening, identitas, dan perangkat pribadi sehari-hari Wamenkomdigi Nezar Patria saat membuka Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta (Foto: Komdigi)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan masyarakat bahwa ancaman siber di era artificial intelligence (AI) kini menyasar langsung kehidupan warga.

Wamenkomdigi mengatakan, risiko tidak lagi terbatas pada sistem besar, tetapi menyentuh rekening, identitas, dan perangkat pribadi sehari-hari.

“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” kata Wamen Nezar saat membuka Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01/2026).

Baca juga :
Unik, Kafe di Swedia Ini Sepenuhnya Dikelola dan Dijalankan oleh AI
Ia menjelaskan, AI mengubah pola serangan siber menjadi jauh lebih cepat dan masif. Dengan otomatisasi, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik dan memilih target yang dianggap bernilai.

“Data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025 menunjukkan serangan berkembang lebih cepat daripada pertahanan. Ini sebabnya warga sering menjadi korban tanpa sadar,” ujarnya.

Baca juga :
Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Rangkul Produksi Film AI

Ia menegaskan, ancaman tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar sisi emosional masyarakat. Pemanfaatan AI dalam penipuan membuat wajah dan suara seseorang bisa dipalsukan secara meyakinkan.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” kata Wamen Nezar.

Baca juga :
Jadi Saksi Sidang Gugatan OpenAI, Elon Musk Beradu Klaim

Menurutnya, sistem perlindungan konvensional juga semakin rapuh. Perkembangan AI dan riset komputasi kuantum membuat kata sandi yang selama ini digunakan warga tidak lagi cukup aman.

“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pasca kuantum,” ujarnya.

Wamen Nezar menekankan bahwa tidak ada ruang aman di dunia digital selama perangkat terhubung dengan jaringan lain. Ancaman dapat datang dari ponsel, aplikasi, hingga perangkat sederhana yang digunakan sehari-hari.

“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” tegasnya.

Untuk melindungi publik, Kemkomdigi mendorong penerapan pendekatan security by design. Keamanan harus dibangun sejak awal pengembangan sistem, bukan setelah terjadi kebocoran atau serangan.

“Keamanan siber bukan hanya soal teknologi. Ini soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” kata Wamen Nezar.

Melalui penguatan talenta dan arsitektur keamanan digital, Kemkomdigi menegaskan peran negara dalam melindungi warga di ruang digital, di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wamen Komdigi Nezar Patria Era AI Serangan Siber Kecerdasan Buatan

Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777