https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi Ungkap Kadar Kafein dalam Tubuh Berkaitan dengan Risiko Diabetes

Agus Mughni | Senin, 26/01/2026 09:05 WIB



Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara tubuh memetabolisme kafein justru lebih berperan dalam menentukan dampaknya terhadap kesehatan Secangkir kopi (Foto: Pexels/Samer Daboul)

Jakarta, Jurnas.com - Minum lebih banyak kopi tidak selalu berarti lebih banyak kafein yang bekerja di dalam tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara tubuh memetabolisme kafein justru lebih berperan dalam menentukan dampaknya terhadap kesehatan.

Studi yang dipimpin peneliti Karolinska Institutet, Swedia, menemukan bahwa perbedaan genetik yang memperlambat pemecahan kafein berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Temuan ini tidak bergantung pada seberapa banyak kopi yang dikonsumsi seseorang.

Dengan menggunakan pendekatan genetik, peneliti menelusuri kadar kafein yang bertahan dalam darah, bukan sekadar kebiasaan minum kopi. Hasilnya menunjukkan individu dengan metabolisme kafein lebih lambat memiliki peluang sekitar 19 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Baca juga :
Studi: Makan Mangga Tiap Hari Cara Murah Jaga Gula Darah

Dikutip dari Earth pada Senin (26/1), peneliti menilai temuan ini membantu menjelaskan mengapa hasil studi kopi dan kesehatan sering tidak konsisten. Kandungan kopi sangat bervariasi tergantung metode seduh, sementara kafein hanyalah salah satu dari banyak senyawa aktif di dalamnya.

Secara biologis, kadar kafein dalam darah ditentukan oleh dua faktor, yakni asupan dan kecepatan hati memecahnya. Pada orang dengan metabolisme lambat, kafein bertahan lebih lama meski konsumsi kopi cenderung lebih rendah.

Baca juga :
Paparan Mikroplastik pada Ayah Tingkatkan Risiko Diabetes Anak Perempuan

Untuk menilai hubungan sebab-akibat, peneliti menggunakan metode Mendelian randomization yang memanfaatkan variasi gen sebagai penanda paparan jangka panjang. Pendekatan ini mengurangi bias gaya hidup yang sering muncul dalam studi observasional.

Hasil analisis menunjukkan kadar kafein yang lebih tinggi secara genetik berkaitan dengan penurunan indeks massa tubuh sekitar 0,38 poin. Pola yang sama juga terlihat pada penurunan massa lemak, sementara massa bebas lemak relatif tidak berubah.

Baca juga :
Peneliti Temukan Kafein Bisa Ganggu Kerja Antibiotik, Ini Penjelasannya

Dampak paling konsisten terlihat pada risiko diabetes. Sekitar 43 persen pengaruh kafein terhadap diabetes diperkirakan dimediasi oleh penurunan berat badan, sementara sisanya mungkin terkait respons insulin.

Sebaliknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang jelas antara kadar kafein dan penyakit jantung atau stroke. Temuan tersebut menunjukkan efek kafein lebih kuat pada metabolisme dibanding sistem kardiovaskular.

Peneliti mengingatkan bahwa kafein tetap memiliki batas aman konsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyebut asupan hingga 400 miligram per hari umumnya aman bagi orang dewasa sehat.

Meski demikian, studi ini tidak menyarankan peningkatan konsumsi kafein secara sembarangan. Analisis genetik tidak dapat menggantikan uji klinis terkontrol yang mengukur dampak dosis kafein secara langsung.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Medicine dan menyoroti bahwa kafein bekerja sebagai sinyal biologis, bukan sekadar kebiasaan minum. Temuan ini membuka ruang baru untuk memahami hubungan antara kafein, berat badan, dan risiko diabetes. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kadar Kafein Konsumsi Kopi Efek Kafein Risiko Diabetes

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777