https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dua Wanita yang Tak Pernah Haid dalam Sejarah Islam

Vaza Diva | Minggu, 25/01/2026 09:09 WIB



Pembahasan mengenai wanita yang tidak pernah haid lebih tepat diposisikan sebagai kajian ilmiah dan historis dalam Islam Ilustrasi - Maryam binti Imran, ibunda dari Nabi Isa AS yang tak pernah mengalami haid dalam Islam (Foto: tanwir)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam kajian Islam, istilah “wanita yang tidak pernah haid” kerap memunculkan rasa penasaran. Topik ini sering dibahas dalam diskusi keislaman, khususnya terkait fikih perempuan dan sejarah tokoh-tokoh mulia dalam Islam.

Lantas, siapakah sosok wanita yang disebut tidak pernah mengalami haid?

Dalam literatur Islam klasik, sebagian ulama menyebut beberapa nama perempuan suci yang diyakini tidak mengalami haid. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Sayyidah Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa AS.

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Maryam dikenal sebagai perempuan yang disucikan oleh Allah SWT dan mendapat kedudukan istimewa di antara wanita di dunia.

Pandangan bahwa Maryam tidak pernah haid bersumber dari pendapat sebagian ulama tafsir dan ahli fikih. Mereka berargumen bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari kemuliaan dan kekhususan yang Allah berikan kepadanya, terutama karena Maryam mengandung dan melahirkan Nabi Isa AS tanpa melalui proses pernikahan.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Selain Maryam, terdapat pula pendapat yang menyebut Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW, sebagai perempuan yang tidak mengalami haid.

Pendapat ini banyak berkembang dalam literatur Syiah dan sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa Fatimah memiliki kondisi biologis yang berbeda sebagai bentuk kemuliaan dan penjagaan Allah SWT.

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

Namun demikian, mayoritas ulama Ahlus Sunnah menegaskan bahwa haid adalah fitrah perempuan dan bukanlah aib ataupun kekurangan. Tidak mengalami haid bukanlah ukuran utama kemuliaan seseorang, sebab kemuliaan di sisi Allah SWT ditentukan oleh ketakwaan dan amal saleh.

Dalam fikih Islam, wanita yang tidak pernah haid tetap memiliki ketentuan hukum tersendiri, terutama terkait ibadah seperti salat, puasa, dan masa iddah. Para ulama sepakat bahwa hukum-hukum tersebut harus disesuaikan dengan kondisi biologis masing-masing individu.

Para ahli juga mengingatkan agar umat Islam bersikap bijak dalam menyikapi isu ini. Kisah tentang wanita yang tidak pernah haid sebaiknya dipahami sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam, bukan untuk dibandingkan atau dijadikan standar dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pembahasan mengenai wanita yang tidak pernah haid lebih tepat diposisikan sebagai kajian ilmiah dan historis dalam Islam. Nilai utama yang dapat diambil adalah keteladanan akhlak, keimanan, dan kesucian diri yang ditunjukkan oleh para perempuan mulia tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Sayyidah Fatimah Maryam binti Imran Wanita Haid

Terkini | Selasa, 16/06/2026 12:53 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777