https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag: Bahasa Agama Lebih Efektif Jaga Lingkungan Dibanding Hukum-Birokrasi

Agus Mughni | Selasa, 30/12/2025 12:52 WIB



Menag menjelaskan bahwa krisis lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan regulasi dan teknokratis Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa jaringan keagamaan nasional yang dimiliki Kementerian Agama (Kemenag) menjadi modal utama dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

Menag juga kembali menyampaikan, penggunaan bahasa agama berperan krusial dalam menyelamatkan atau menjaga lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion Implementasi Kebijakan Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (29/12).

“Kementerian Agama memiliki sumber daya kelembagaan yang sangat luas, mulai dari penyuluh agama, penghulu, rumah ibadah, hingga lembaga pendidikan keagamaan. Jaringan ini dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun kesadaran ekologis berbasis agama. Inilah peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga keberlanjutan kehidupan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan resmi.

Baca juga :
Menag Sampaikan Permohonan Maaf, Tegaskan Zakat Wajib Ditunaikan

“Bahasa agama itu jauh lebih efektif untuk menyelamatkan lingkungan dibanding bahasa hukum, politik, atau birokrasi. Karena di dalam agama ada konsep dosa dan pahala yang langsung menyentuh kesadaran manusia. Di situlah perubahan perilaku bisa dimulai,” ujar Menag lagi.

Menag menjelaskan bahwa krisis lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan regulasi dan teknokratis. Ia menilai, pendekatan tersebut kerap gagal karena tidak menyentuh dimensi batin dan tanggung jawab moral manusia.

Baca juga :
Menag Nasaruddin Lolos Sanksi Pidana Usai Lapor Jet Pribadi ke KPK

“Kalau hanya bahasa hukum, orang bisa patuh karena takut sanksi. Tapi kalau bahasa agama, orang bergerak karena kesadaran,” kata Menag.

Menag Nasaruddin menyebut bahwa salah satu akar persoalan kerusakan lingkungan adalah cara pandang modern yang menempatkan alam semata sebagai objek eksploitasi.

Baca juga :
KPK Berpeluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi untuk Menag

"Cara pandang itu lahir dari sekularisasi pengetahuan yang memisahkan ilmu dari nilai-nilai spiritual. Sejak alam dianggap tidak sakral, manusia merasa bebas mengeksploitasinya tanpa batas,” ujar Menag.

Dalam perspektif keagamaan, Menag menyampaikan bahwa alam memiliki hak yang harus dihormati, sebagaimana manusia memiliki hak.

"Relasi manusia dan alam seharusnya bersifat saling menjaga sebagai sesama makhluk Tuhan. Manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu, alam juga memiliki hak yang wajib dijaga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam FGD tersebut turut hadir jajaran eselon 1 dan eselon 2 Kementerian Agama, para Staf Khusus Menteri Agama, Staf Ahli Menteri Agama, dan Penasihat Ahli Menteri Agama. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Bahasa Agama Jaga Lingkungan Kesadaran ekologis

Terkini | Jum'at, 03/04/2026 02:30 WIB

News

Gandeng UE, China Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

News

Tren Liburan di AS Merosot Imbas Kenaikan Kenaikan Bahan Bakar

Gaya Hidup

Bencana Iklim Ekstrem Bisa Sering Terjadi Meski Pemanasan Global "Moderat"

Humanika

4 Peristiwa Bersejarah 2 April di Indonesia, Apa Saja?

Gaya Hidup

Stres di Masa Remaja Bisa Ganggu Perkembangan Otak Berdampak Jangka Panjang

News

Habiburokhman: Penanganan Kasus Amsal Harus Jadi Bahan Evaluasi Kejaksaan

News

Dukung Gerakan Hemat Energi, Kementrans Terapkan WFH ASN Setiap Jumat

News

Rudianto Lallo Soroti Dugaan Jaksa Cari-cari Kasus Demi Target Kinerja

News

Legislator PKB: Saatnya Buka Jalur Penyeberangan Baru ke Bali

News

Rieke Desak Pemerintah Percepat Satu Data Korban Pelanggaran HAM Berat

Humanika

Ini Berbagai Dalil Keutamaan Bulan Syawal dalam Islam

Humanika

8 Amalan Sunah di Bulan Syawal: Dari Puasa Enam Hari hingga Menikah

News

Demo di Kedubes AS, GPNI Desak Hentikan Pendanaan LSM dari Asing

News

Amsal Ungkap Fakta Persidangan: Kepala Desa Akui, Tapi Tetap Dipenjara

News

Amsal Sitepu Buka Kronologi Kasus di Komisi III: 131 Hari Ditahan

Olahraga

Lawan Semen Padang, Bojan Hodak Minta Persib Tetap Fokus

News

DPR Dorong Sinergi Lintas Kementerian Lindungi Pekerja Kreatif

News

KPK Kembali Geledah Rumah Politikus PDIP Ono Surono di Indramayu

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777