https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kenapa Christmas Disebut Natal di Indonesia? Simak Asal-Usul dan Maknanya

Agus Mughni | Kamis, 25/12/2025 19:40 WIB



Mengapa Indonesia menggunakan istilah Natal, dan tidak menggunakan istilah Christmas seperti negara-negara berbahasa Inggris? Ilustrasi Ucapan Selamat Natal (Foto: Pexels/Ana M.)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap 25 Desember, umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, merayakan kelahiran Yesus Kristus. Di negara-negara berbahasa Inggris, perayaan ini dikenal sebagai Christmas. Namun di Indonesia, istilah yang digunakan justru Natal.

Perbedaan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perjalanan sejarah panjang. Lalu, mengapa Indonesia menggunakan istilah Natal, dan tidak menggunakan istilah Christmas seperti negara-negara berbahasa Inggris?

Asal Usul Kata Natal

Dalam buku Alamanak Kristen Indonesia, dikutip Situs Natal, istilah Natal berasal dari bahasa Portugis yang berakar dari bahasa Latin, yakni Dies Natalis, yang berarti hari kelahiran. Dalam tradisi Kristen awal, istilah ini merujuk pada kelahiran Yesus Kristus.

Baca juga :
Natal Hagai Hot Tio School Dihadiri 1.000 Warga, Tema Cinta Tanpa Syarat

Sebelum dikaitkan dengan kekristenan, masyarakat Romawi kuno menggunakan istilah dies natalis solis invicti untuk memperingati kelahiran Dewa Matahari. Perayaan ini jatuh pada 25 Desember dan kemudian mengalami proses kristenisasi, hingga dimaknai sebagai hari kelahiran Yesus—Terang Dunia dalam iman Kristen.

Peran Portugis dalam Penyebaran Istilah Natal

Dalam buku Sedjarah Geredja di Indonesia (1966), dikutip dari CNBC Indonesia, pada abad ke-16, bangsa Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang datang ke Nusantara dengan misi 3G: Gold, Glory, dan Gospel. Melalui penyebaran agama Katolik, Portugis memperkenalkan istilah Natal kepada komunitas Kristen awal di Indonesia.

Baca juga :
15 Ribu Lebih Wisatawan Padati Kota Tua Saat Natal

Sejak saat itu, kata Natal melekat sebagai sebutan perayaan kelahiran Yesus dan digunakan secara luas di tengah masyarakat Nusantara. 

Mengapa Bukan Christmas?

Dikutip dari berbagai sumber, istilah Christmas berasal dari bahasa Inggris, gabungan kata Christ dan Mass (Misa Kristus). Dalam bahasa Belanda, perayaan ini dikenal sebagai Kerstmis, yang juga bermakna Misa Kristus.

Baca juga :
Sejarah Sinterklas, Ikon Natal yang Mendunia

Meski Belanda menjajah Indonesia lebih lama, pemerintah kolonial tidak memaksakan penggunaan istilah keagamaan tertentu. Fokus kolonialisme Belanda lebih pada kepentingan ekonomi, sehingga istilah Natal yang sudah lebih dulu dikenal tetap bertahan dan menguat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Natal dalam Bahasa Indonesia

Ketika bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional, istilah Natal terserap secara resmi dan digunakan dalam administrasi negara, pendidikan, kalender nasional, serta media massa. Hingga kini, pemerintah Indonesia secara konsisten menggunakan istilah Hari Raya Natal dalam berbagai kebijakan resmi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI sendiri, kata Natal diartikan sebagai kelahiran seseorang, dan kelahiran Isa Almasih (Yesus Kristus).

Lebih dari Sekadar Perbedaan Istilah

Baik disebut Natal maupun Christmas, esensi perayaannya tetap sama, yakni memperingati kelahiran Yesus Kristus dan menghadirkan pesan kasih, sukacita, serta harapan bagi umat manusia.

Penggunaan istilah Natal di Indonesia menjadi bukti bagaimana sejarah, bahasa, dan budaya saling berkelindan, membentuk identitas khas dalam merayakan tradisi global. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Christmas Day Hari Raya Natal Perayaan Natal Makna Natal

Terkini | Rabu, 05/08/2026 04:52 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777