https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

7 Perempuan Pahlawan Indonesia yang Menginspirasi Makna Hari Ibu

Vaza Diva | Senin, 22/12/2025 10:10 WIB



Berikut tujuh perempuan pahlawan Indonesia yang kiprahnya relevan dimaknai dalam semangat Hari Ibu. Ilustrasi - Raden Ajeng Kartini (Foto: Theasianparent)

Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan peran ibu dalam keluarga, tetapi juga saat yang tepat untuk mengenang perjuangan perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa.

Hari Ibu lahir dari semangat Kongres Perempuan Indonesia 1928, yang menegaskan peran strategis perempuan dalam perjuangan, pendidikan, dan pembangunan nasional.

Sejarah Indonesia mencatat banyak sosok perempuan yang bukan hanya berperan sebagai ibu dalam arti biologis, tetapi juga “ibu bangsa” yang mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Baca juga :
Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

Berikut tujuh perempuan pahlawan Indonesia yang kiprahnya relevan dimaknai dalam semangat Hari Ibu.

Pertama, Raden Ajeng Kartini. Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan Indonesia. Melalui pemikiran dan tulisannya, ia membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh hak pendidikan dan kesetaraan. Semangat Kartini mencerminkan peran ibu sebagai pendidik dan pembangun peradaban.

Baca juga :
Berbagai Cara Merayakan Peringatan Hari Buku Nasional 17 Mei

Kedua, Martha Christina Tiahahu. Pahlawan asal Maluku ini terjun langsung dalam perlawanan bersenjata melawan penjajah Belanda sejak usia muda. Keberaniannya menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki peran besar dalam perjuangan fisik demi tanah air.

Ketiga, Cut Nyak Dien. Sosok Cut Nyak Dien menjadi simbol keteguhan perempuan Aceh dalam melawan kolonialisme. Ia tetap memimpin perlawanan meski harus kehilangan suami dan menghadapi penderitaan panjang, mencerminkan ketegaran dan pengorbanan seorang ibu bagi bangsanya.

Baca juga :
Perjanjian Roem-Royen Tanggal 7 Mei, Ini Sejarahnya

Keempat, Cut Nyak Meutia. Bersama suaminya, Cut Nyak Meutia memimpin perang gerilya melawan Belanda. Setelah suaminya gugur, ia tetap melanjutkan perjuangan hingga akhir hayat, menunjukkan keteguhan prinsip dan keberanian luar biasa.

Kelima, RA Kartini Kartono. Tokoh pergerakan perempuan yang aktif memperjuangkan hak-hak kaum perempuan melalui organisasi dan pendidikan. Perjuangannya memperkuat posisi perempuan dalam ruang sosial dan politik Indonesia awal abad ke-20.

Keenam, Maria Walanda Maramis. Ia berjuang melalui jalur sosial dan pendidikan dengan mendirikan organisasi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akses pendidikan bagi perempuan di Sulawesi Utara.

Ketujuh, Nyi Ageng Serang. Di usia lanjut, Nyi Ageng Serang tetap aktif memimpin perlawanan terhadap penjajah dengan strategi perang gerilya. Ia menjadi simbol kebijaksanaan, ketangguhan, dan kepemimpinan perempuan lintas generasi.

Peringatan Hari Ibu menjadi pengingat bahwa peran perempuan dalam sejarah Indonesia tidak pernah berada di pinggiran. Dari medan perang hingga ruang pendidikan dan sosial, perempuan hadir sebagai penggerak perubahan. Meneladani tujuh pahlawan perempuan ini, Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kasih sayang, tetapi juga sebagai penghormatan atas keberanian, pengorbanan, dan kontribusi perempuan bagi Indonesia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Ibu Pahlawan Indonesia Sejarah Indonesia Pahlawan Perempuan

Terkini | Rabu, 05/08/2026 07:00 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777