https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Anak Tak Perlu Koding, Wamen Stella: Lulusan Computer Science Menganggur

Mutiul Alim | Rabu, 17/12/2025 17:56 WIB



Wamen Stella mengatakan pembuatan koding melalui AI jauh lebih cepat dan lebih murah daripada dirancang secara konvensional oleh manusia. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menepis anggapan bahwa anak usia dini perlu belajar membuat koding di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Sebab, mengingat kecerdasan buatan (AI) yang kian canggih, pembuatan koding melalui AI jauh lebih cepat dan lebih murah daripada dirancang secara konvensional oleh manusia.

Hal ini disampaikan saat berbicara dalam kegiatan 2025 International Symposium on Early Childhood Education and Development (ECED), di Jakarta pada Rabu (17/12).

Baca juga :
Rusia Sediakan 300 Beasiswa untuk Mahasiswa RI, Ada Bidang Nuklir

"Yang pasti bukan mengajarkan anak membuat koding. Karena pada saat ini membuat koding itu AI jauh lebih murah dan jauh lebih cepat. Tapi berpikir sebenarnya apa itu koding," kata Wamen Stella.

"Itu mungkin bisa tepat. Tapi kalau mengajarkan bagaimana membuat koding saja, sekarang ada data bahwa graduate computer science itu enggak dapat pekerjaan, karena lebih murah mempekerjakan AI," dia menambahkan.

Baca juga :
Wamen Stella Larang Ortu Beri Anak Gadget saat Makan

Alih-alih mengajarkan cara membuat koding, menurut Wamen Stella, anak lebih baik diajari cara memahami struktur yang ada di dalam koding. Pemahaman tentang struktur ini akan banyak membantu perkembangan kemampuan berpikir.

"Di masalah-masalah baru yang kita temui biasanya strukturnya sama. Jadi kelihatannya masalahnya beda, tapi di dalamnya strukturnya sama. Orang yang bisa melihat struktur akan mampu memecahkan masalah-masalah yang kelihatannya sama tapi di dalamnya sama," ujar Wamen Stella.

Baca juga :
Wamen Stella Koordinasi Penyaluran Bantuan Bencana di Medan

Sementara itu, CEO Tanoto Foundation, Benny Lee, mengatakan kegiatan simposium internasional bertujuan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya mempersiapkan sumber daya unggul di masa depan melalui investasi anak usia dini.

Untuk mencapai tujuan ini, perlu intervensi di masa-masa awal kehidupan yang dikenal sebagai periode pertumbuhan otak dan pembentukan karakter.

"Tidak ada satu institusi, sektor kesehatan, pendidikan, proteksi kesehatan, komunitas berjalan sendiri-sendiri. anak tumbuh dalam komunitas, dan perkembangan nasional tergantung pada kerja bersama," kata Lee.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Stella Christie Pelajaran Koding Lulusan Computer Science Wakil Menteri Diktisaintek

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

Humanika

Sabtu, 11/07/2026 01:30 WIB

11 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Jum'at, 10/07/2026 20:01 WIB

Sejumlah Alasan Menikah Memerlukan Mahar

Jum'at, 10/07/2026 17:01 WIB

Begini Tata Cara Salat Hajat, Catat Ya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777