https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Cakep! Pantun, Tradisi Lisan yang Ditetapkan Jadi WBTB dan Hari Nasional

Agus Mughni | Rabu, 17/12/2025 11:39 WIB



17 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi kebudayaan Indonesia. Untuk pertama kalinya, Hari Pantun Nasional diperingati Ilustrasi - Hari Pantun Nasional (Foto: Ai/Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - 17 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi kebudayaan Indonesia. Untuk pertama kalinya, Hari Pantun Nasional diperingati, sebuah hari reflektif untuk merayakan pantun sebagai tradisi lisan yang telah membentuk karakter, etika bertutur, dan jati diri bangsa.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 163/M/2025 tentang Pantun, yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 7 Juli 2025. Penetapan ini di antaranya menandai komitmen serius dalam menjaga warisan budaya tak benda yang sarat nilai, makna, dan identitas bangsa.

Sebelumnya, pantun telah lebih dulu diakui dunia. Pada 20 Desember 2020, UNESCO menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dalam kategori Memory of the World. Pengakuan ini menegaskan posisi pantun sebagai khazanah sastra lisan yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga historis dan edukatif.

Baca juga :
17 Contoh Pantun Bulan Desember, Cocok untuk Refleksi Akhir Tahun

Sementara itu, dikutip dari berbagai sumber, pantun merupakan salah satu bentuk puisi tradisional Melayu yang berkembang luas di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Karya sastra lisan ini sejak lama digunakan sebagai sarana penyampaian pesan simbolik, mulai dari nasihat, ungkapan perasaan, hingga nilai-nilai kehidupan.

Dikutip dari laman BRIN, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), Mukhlis Paeni, menyebut pantun sebagai instrumen penting dalam pranata budaya. Pantun berperan mengantar generasi penerus menjadi manusia yang maju sekaligus berkepribadian dalam berkebudayaan.

Baca juga :
5 Peristiwa Sejarah 17 Desember di Indonesia

Ia menegaskan, pantun berfungsi menjaga marwah dan jati diri bangsa, sejalan dengan cita-cita pendiri negara. Bangsa Indonesia yang maju, menurutnya, harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Sebagai WBTB, pantun tidak berwujud fisik, tetapi hidup melalui ingatan, tutur kata, dan praktik sosial masyarakat. Nilainya terletak pada proses pewarisan antargenerasi, dari lisan ke lisan, dari makna ke makna yang menjadikan pantun tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Baca juga :
Jaga Budaya Indonesia, FSRD Untar Gelar Festival API

Dalam kehidupan masyarakat, pantun kerap hadir dalam upacara adat, pergaulan sosial, hingga kegiatan seni. Selain menjadi media komunikasi, pantun juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan hiburan yang mempererat relasi sosial.

Secara struktur, pantun umumnya terdiri dari empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Dua baris pertama berupa sampiran yang menggambarkan alam atau keseharian, sementara dua baris terakhir menjadi isi yang memuat pesan utama.

Di tengah perkembangan zaman, pantun terus beradaptasi. Tidak hanya disampaikan secara lisan, pantun kini hadir dalam bentuk tulisan, media sosial, hingga karya sastra modern. Di dunia pendidikan, pantun bisa diajarkan sebagai bagian dari pelestarian bahasa dan sastra Indonesia serta penanaman nilai budaya kepada generasi muda.

Peringatan perdana Hari Pantun Nasional pada 17 Desember 2025 menjadi pengingat bahwa pantun bukan sekadar peninggalan masa lalu. Ia adalah warisan hidup yang terus relevan, menjadi ruang dialog, pendidikan karakter, dan peneguh identitas budaya bangsa di era global. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Pantun Nasional 17 Desember Warisan Budaya Tak Benda Kebudayaan Indonesia

Terkini | Rabu, 17/06/2026 16:27 WIB

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Olahraga

Presiden FIFA: Piala Dunia 2026 Berhasil Lampaui Ekspetasi

News

Legislator PDIP: Tambahan Anggaran Kementerian HAM Belum Layak Disetujui

News

Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi

Info Desa

PP 16 2026 Terbit, Mendes Yandri Pastikan Siltap Perangkat Desa Tepat Waktu

News

Dekan FISIP Unas Pastikan Tak Ada Struktur BEM di Lingkungan Kampus

News

KPK Ungkap Pinjam Bendara PT Abipraya-Jaya Abadi di Proyek Pemkab Lamongan

Olahraga

Lionel Messi Sebut Semua Pencapaiannya di Sepak Bola Adalah Bonus

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027

News

RS Harus Berikan Layanan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua Kalangan

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777