https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Monyet Kedih, Primata Berjambul Endemik Sumatra yang Terancam

Agus Mughni | Minggu, 14/12/2025 22:21 WIB



Monyet kedih merupakan primata endemik Sumatra yang hanya ditemukan di wilayah utara pulau ini, khususnya Aceh dan Taman Nasional Gunung Leuser Gambar Monyet Kedih, Primata Berjambul Endemik Sumatra yang hanya ditemukan di wilayah utara pulau ini, khususnya Aceh dan Taman Nasional Gunung Leuser (Foto: Kementerian LHK via Acehnesia)

Jakarta, Jurnas.com - Monyet kedih, atau Presbytis thomasi, merupakan primata endemik Sumatra yang hanya ditemukan di wilayah utara pulau ini, khususnya Aceh dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keberadaannya yang makin terbatas dan langka membuat spesies ini menjadi salah satu indikator penting kesehatan hutan Sumatra.

Dikutip dari berbagai sumber, ciri khas monyet kedih adalah jambul rambut di kepalanya yang menyerupai potongan mohawk atau punk, wajah gelap yang tampak sendu atau sedih, serta bulu hitam keabu-abuan dengan dada berwarna putih. Tubuhnya relatif kecil, panjang antara 40 hingga 60 sentimeter, namun ekornya lebih panjang, mencapai 85 sentimeter, dengan berat badan 5–8 kilogram.

Hewan ini hidup di kanopi hutan hujan tropis, dari dataran rendah hingga pegunungan, sehingga hampir seluruh aktivitasnya berlangsung di atas pohon. Kehidupan di ketinggian memberi perlindungan sekaligus memudahkan mereka mencari makanan seperti daun muda, bunga, buah, biji-bijian, dan sesekali hewan kecil.

Monyet kedih bersifat diurnal dan hidup berkelompok kecil, biasanya terdiri dari satu jantan dominan, beberapa betina, dan anak-anaknya. Jantan dewasa memimpin kelompok dan menjaga wilayahnya, mengusir pesaing yang mencoba mengambil alih kepemimpinan, sehingga pola sosial mereka sangat terstruktur.

Proses reproduksi kedih berlangsung dengan satu anak per kehamilan, yang berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan, dan anaknya tetap bergantung pada induk beberapa bulan sebelum mandiri. Pola hidup ini terkait erat dengan kelestarian hutan, karena kebutuhan makan dan keamanan anak-anak mereka bergantung pada kondisi habitat.

Sayangnya, populasi monyet kedih terus menurun akibat deforestasi, fragmentasi hutan, perburuan, dan perubahan iklim. Hutan yang berkurang akibat perkebunan, pertanian, dan pemukiman manusia membuat kelompok mereka terisolasi, meningkatkan risiko kepunahan.

Menurut IUCN, monyet kedih berstatus Rentan (Vulnerable) dan masuk dalam Red List. Di Indonesia, satwa ini telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi melalui Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018.

Namun upaya konservasi tetap memerlukan pemulihan habitat, penguatan kawasan konservasi, penegakan hukum terhadap perburuan, serta edukasi masyarakat agar primata endemik ini tetap lestari.

Monyet kedih bukan hanya primata unik dengan jambul yang mencolok, tetapi juga penanda vital keseimbangan ekosistem Sumatra. Menjaga kelestariannya berarti melindungi hutan, keanekaragaman hayati, dan generasi mendatang agar masih bisa menyaksikan keindahan satwa ini di alam liar. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Monyet kedih Presbytis thomasi primata endemik Sumatra Konservasi hutan Sumatra

Terkini | Rabu, 17/06/2026 17:58 WIB

News

China Tawarkan Bantuan ke Iran dan Lebanon Atas "Bencana Kemanusiaan"

Ekonomi

Harga Batu Bara Periode II Juni Naik Jadi 123,91 Dolar AS per Ton

News

Rieke Kritik Anggara Komnas HAM: Dana Urus Kasus HAM Hanya 6 Persen

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Olahraga

Presiden FIFA: Piala Dunia 2026 Berhasil Lampaui Ekspetasi

News

Legislator PDIP: Tambahan Anggaran Kementerian HAM Belum Layak Disetujui

News

Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi

Info Desa

PP 16 2026 Terbit, Mendes Yandri Pastikan Siltap Perangkat Desa Tepat Waktu

News

Dekan FISIP Unas Pastikan Tak Ada Struktur BEM di Lingkungan Kampus

News

KPK Ungkap Pinjam Bendara PT Abipraya-Jaya Abadi di Proyek Pemkab Lamongan

Olahraga

Lionel Messi Sebut Semua Pencapaiannya di Sepak Bola Adalah Bonus

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777