https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KPK: Mustahil Berantas Korupsi Hanya Andalkan Penindakan

Gery David Sitompul | Senin, 08/12/2025 13:20 WIB



Strategi represif (penindakan) harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter antikorupsi sejak usia dini. Logo KPK

Jakarta, Jurnas.com  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mustahil untuk memberantas korupsi jika hanya mengandalkan penindakan. Strategi represif (penindakan) harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter antikorupsi sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Gedhong Pracimasono, Kepatihan Yogyakarta, Minggu, 7 Desember 2025.

"Mustahil pemberantasan korupsi hanya mengandalkan penindakan," kata Amir seperti dikutip di Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.

Baca juga :
KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

Oleh karena itu,KPK mengajak para tenaga pendidik untuk menanamkan nilai integritas melalui sejumlah kegiatan, seperti cerita ringan, permainan interaktif, dan kebiasaan baik di kelas.

"KPK memberi perhatian besar pada pendidikan antikorupsi untuk membentuk integritas individu sejak dini,"  ucapnya.

Baca juga :
MA dan KPK Kerja Sama Tingkatkan Integritas Hakim

Amir mengatakan KPK menjadi mitra strategis bagi para pendidik yang memegang peran penting untuk membentuk karakter moral anak pada usia dini.

"Apa pun profesi anak-anak kita nanti, fondasi pentingnya adalah kejujuran. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan bermain, tetapi perlu diperkuat dengan pemahaman nilai-nilai integritas," imbuhnya.

Baca juga :
Ketua DPR Ajak Perempuan Jadi Garda Terdepan Lawan Korupsi

Kegiatan bersama sejumlah himpunan tenaga pendidik anak usia dini ini di Yogyakarta itu diisi dengan pemutaran tiga film jebolan kompetisi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST).

Ketiga film tersebut adalah Hanya Printer (ACFFEST 2024) yang merupakan karya Sri Suratiyah; Roti Suci di Hari Sabtu (ACFFEST 2024), karya siness Emilianus U. K. Patar dan Bonifasius M. Kolin; serta Maaf Mama, Aku Kelepasan (ACFFEST 2022), hasil karya seni dari Jalu Pandita.

Amir menambahkan setiap film mengajarkan nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

"Kami juga menekankan bahwa isu korupsi berkaitan erat dengan berbagai persoalan, termasuk berdampak pada ekologis. Karena itu, literasi antikorupsi harus terus dikembangkan agar generasi muda mampu melihat dampak korupsi secara lebih luas," pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pendidikan Antikorupsi Hari Antikorupsi Sedunia KPK Berantas Korupsi

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

Olahraga

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777