https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wujudkan Ketahanan Pangan, Kemdikdasmen Perkuat Literasi

Mutiul Alim | Rabu, 13/08/2025 00:52 WIB



Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), mendorong penguatan literasi pangan di tengah upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kepala Badan Bahasa Kemdikdasmen, Hafidz Muksin (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), mendorong penguatan literasi pangan di tengah upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian, Cianjur, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan pandangan yang menggugah bahwa literasi bukan semata kemampuan membaca dan menulis, melainkan kecakapan hidup yang memungkinkan peserta didik berpikir kritis, bernalar, dan berinovasi.

"Kita tak bisa bicara soal ketahanan pangan tanpa menyentuh aspek literasi. Literasi membuka mata. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari acuh menjadi peduli. Dari pembaca menjadi pelaku," ujar Hafidz dalam dialog bersama para kepala SMK se-Banten dalam rangkaian Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Senin (11/8) yang turut didampingi oleh Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, dan Kepala BBPPMPV, Yusuf.

Baca juga :
Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan untuk Membentuk Karakter Bangsa

Hafidz menekankan bahwa penciptaan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari penguatan literasi sejak usia dini. Dia mengatakan saat ini skor literasi Indonesia masih perlu diperkuat lagi.

"Ini adalah alarm. Tanpa literasi, tak ada ruang bagi kreativitas dan daya cipta. Sementara masa depan akan ditentukan oleh mereka yang mampu membaca dunia, menalar perubahan, dan menuliskannya kembali dalam bentuk solusi," kata dia.

Baca juga :
Paskibra Hardiknas 2026, Cermin Semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sebagai langkah nyata, Badan Bahasa akan menyusun buku-buku tematik literasi pangan dari PAUD hingga jenjang menengah yang tak hanya informatif, tapi juga membangkitkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak terhadap dunia pertanian, perikanan, dan industri pangan.

"Kami ingin anak-anak memandang dunia pangan bukan sebagai beban, tapi sebagai harapan. Buku-buku ini bertujuan membuka wawasan bahwa pertanian itu modern, penting, dan menjanjikan. Inilah kontribusi Badan Bahasa terhadap Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun SDM unggul dan mempercepat hilirisasi industri pangan," Hafidz menambahkan.

Baca juga :
Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 3.334 Satuan Pendidikan di Tulang Bawang

Lebih dalam, Hafidz juga menekankan pentingnya UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) sebagai alat ukur kecakapan literasi. Dia mengatakan bahasa adalah alat komunikasi dan penanda kecakapan literasi.

"Ukurlah kemahiran berbahasa Bapak/Ibu dengan alat uji kebahasaan kita yakni UKBI, jadikan itu cermin untuk mengetahui dan melihat kemahiran berbahasa," ujar dia.

Selaras dengan program besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kedaulatan pangan nasional, dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti penguatan literasi untuk ketahanan pangan sangat relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris.

Oleh karena itu, Kemdikdasmen terus berkomitmen untuk menciptakan SDM Unggul yang memiliki kompetensi profesional di bidang pertanian, pengolahan hasil pangan, serta berkomitmen untuk memajukan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Hafidz juga meninjau langsung sarana produksi pangan, pengolahan kopi, hingga budidaya ikan air tawar. Dia menyaksikan langsung peserta didik SMK terlibat aktif dalam proses industri pangan melalui pendekatan pembelajaran berbasis industri.

"Ketika literasi bertemu praktik, maka pembelajaran menjadi nyata. Kurikulum, literasi, dan praktik industri harus saling terkait dari bibit, proses, hingga pemasaran. Semua bisa menjadi narasi pembelajaran yang hidup," ujar dia saat berdialog dengan praktisi industri pangan.

Vivi, siswi magang asal Sumatera Barat, mengaku pengalamannya di laboratorium pengolahan kopi membuka mata akan potensi besar dunia pangan.

"Saya suka bisnis, dari kecil suka bantu orang tua berdagang. Belajar mengolah kopi membuka banyak peluang, bisa buka cafe khusus kopi nantinya. Saya berharap generasi muda tidak memandang pertanian sebelah mata," kata Vivi.

Senada, Rifki siswa lainnya, menyampaikan pesan sederhana namun bermakna. Dia menyebut apabila tidak ada petani, maka masyarakat tidak makan. "Jadi jangan malu. Petani itu penting," ujar dia.

Sementara itu, Sri Sulastri, Kepala SMK Negeri 2 Tangerang, menambahkan bahwa peningkatan literasi telah mengubah cara pandang siswa terhadap jurusan pertanian.

"Dulu dianggap tak menarik. Sekarang anak-anak mulai sadar bahwa pangan itu masa depan. Literasi adalah jembatan yang mengubah cara pandang mereka," kata Sri.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi kepala SMK wilayah Banten menjadi salah satu wujud nyata komitmen Kemdikdasmen dalam membangun sinergi antara pendidikan vokasi dan literasi kontekstual.

Fokus pelatihan tidak hanya pada metode pembelajaran, tetapi juga pada penciptaan iklim sekolah yang kolaboratif, reflektif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemdikdasmen Balai Bahasa Literasi Pangan Hafidz Muksin

Terkini | Senin, 03/08/2026 04:16 WIB

Gaya Hidup

Hari Semangka Sedunia Setiap 3 Agustus, Ini Sejarahnya

Kesehatan

Mengapa Hari Kesadaran Syndrome Cloves Diperingati Setiap 3 Agustus?

Humanika

3 Agustus 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang, Ribuan Warga Belum Bisa Pulang

News

Partai Gelora Luncurkan Desk Verifikasi Partai Politik

News

Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 227 Selamat, Lima Meninggal Dunia

News

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2: 4 Penumpang Tewas, 218 Lainnya Selamat

News

Komdigi Tegur YouTube Imbas Promosi Vape Libatkan Anak, Beri Tenggat 3 Hari

Info Bank BNI

BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Gaya Hidup

Studi: Konsumsi Protein Berlebih Tanpa Olahraga Berpotensi Percepat Penuaan

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777