https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

DPR Akan Panggil Kemenlu Minta Penjelasan Terkait Burnout Diplomat Arya Daru Pangayunan

Samrut Lellolsima | Rabu, 30/07/2025 19:35 WIB



Jika benar burnout berkontribusi pada kondisi fatal, maka ini menandakan bahwa sistem pendukung dan pengelolaan sumber daya manusia perlu dievaluasi lebih dalam. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan akan melakukan pemanggilan perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk meminta penjelasan terkait mekanisme penugasan, rotasi, serta program dukungan kesehatan mental, usai adanya kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan pihaknya menanggapi serius terkait temuan Apsifor yang menyebut burnout sebagai penyebab kematian. Beban tugas diplomat, lanjut dia, kerap diiringi tekanan tinggi, baik dari sisi beban kerja, dinamika politik internasional, maupun tuntutan administratif.

Baca juga :
Antrean Haji Panjang, DPR Soroti Kerentanan Jemaah Lansia

"Jika benar burnout berkontribusi pada kondisi fatal, maka ini menandakan bahwa sistem pendukung dan pengelolaan sumber daya manusia perlu dievaluasi lebih dalam," kata Dave kepada wartawan, Rabu (30/7).

Namun dia memastikan bahwa pemanggilan pihak dari Kemenlu bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan merumuskan rekomendasi perbaikan sistemik agar keseimbangan antara profesionalisme dan kesejahteraan pegawai senantiasa terjaga.

Baca juga :
Komisi XIII DPR Kecam Israel, Dukung Upaya Pemerintah Selamatkan 5 WNI

"Kami menekankan, bahwa pengabdian yang luar biasa dari diplomat-diplomat kita harus didukung oleh lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan," kata dia.

Dave menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum diplomat tersebut. Sebagai diplomat muda yang berdedikasi, menurut dia, kehilangannya tentu meninggalkan duka bagi keluarga besar Kementerian Luar Negeri dan bangsa.

Baca juga :
Rudianto Lallo Soroti Potensi Abuse of Power dalam Penanganan Korupsi

Dia pun berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, di mana lingkungan kerja perlu memberikan ruang bagi diplomat-diplomat untuk bertugas secara optimal dalam kondisi yang sehat dan terjaga.

Sebelumnya, Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) mengungkapkan adanya sejumlah temuan yang bermakna terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyimpulkan kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (ADP) tanpa keterlibatan orang lain.

"Indikator kematian pada ADP ini meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Wira Satya Triputra saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/7).

Wira juga menambahkan bahwa kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyelidik dengan melibatkan beberapa ahli.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi I Dave Laksono Kemenlu kematian diplomat Arya Daru Pangayunan

Terkini | Selasa, 04/08/2026 17:11 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777