https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tips Aman Berjejaring di Medsos: Stop Hobi Doxing, Cyberstalking, dan Harrasing

Syafira | Sabtu, 29/07/2023 17:23 WIB



Tips Aman Berjejaring di Medsos: Stop Hobi Doxing, Cyberstalking, dan Harrasing Ilustrasi medsos

Jurnas.com – Meski jadi mudah, karena beragam aplikasi medsos membuatnya mudah, tiga hobi dalam bermedia sosial di kalangan remaja dan pelajar ini sebaiknya distop. Kalangan remaja, dan kadang tak kenal usia, memang sering punya kebiasaan yang sering dilakukan tak terkendali terkait tiga hal ini. Apa itu?

”Doxing, yakni mengumbar info pribadi orang di media sosial hingga tersebar luas. Lalu, cyberstalking, menguntit dan ingin tahu semua perilaku seseorang yang diposting di akun pribadi milik orang lain. Ketiga, harrasing, melakukan pelecehan dan semua perbuatan buruk pada pribadi,” ujar Sopril Amir.

Pengamat media dan kebijakan publik itu menyampaikan hal tersebut saat tampil sebagai narasumber dalam webinar literasi digital yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk komunitas pendidikan di Lombok Tengah, Sabtu (29/7).

Baca juga :
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental

Selain Sopril Amir, webinar yang mengupas topik aktual ”Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”, itu juga menghadirkan dua narasumber lain. Yakni, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Tengah Lalu Idham Halid, dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rupawan Joni, serta Anissa Rilia sebagai moderator.

Sopril Amir menambahkan, baik doxing, cyberstalking maupun harrasing semua berdampak buruk pada orang. Karena itu, jarimu akan merusak nama baikmu. ”Dampak negatif ini mesti dicegah dan distop penyebarannya,” ujar Sopril.

Baca juga :
PM Inggris Desak Instagram dan TikTok Hapus Fitur Scroll Tak Terbatas

Memang, tak hanya pada tiga perilaku yang disebut Sopril, yang bikin orang depresi, bahkan bisa mengarah ke keinginan untuk bunuh diri. ”Risiko negatif transformasi digital yang lain, yakni membuat warganet mudah dan cepat meneruskan informasi yang dia terima tanpa tradisi cek dan ricek,” ujar Lalu Idham Halid, dalam webinar yang diikuti secara nobar oleh sejumlah siswa.

Kali ini, webinar diikuti secara nobar oleh sejumlah siswa dari SMPN 1 dan SMPN 3 Pringgarata, SMPN 13 Satu Atap Pujut, SMPN5 Praya, dan SMPN 5 Pujut.

Baca juga :
Pembatasan Medsos Anak Resmi Berlaku, Menkomdigi: Tak Boleh Ada Kompromi

Lalu Idham Halid menambahkan, hobi meneruskan info di grup WA, tanpa sadar juga telah menjadikan warganet sebagai penerus hoaks yang cukup masif. ”Ini berbahaya bagi kebersamaan dan terus terjaganya kesatuan dan kebinekaan kita dalam berbangsa dan bernegara.”

Tentu, lanjut Lalu Idham Halid, hal di atas bisa ditekan laju perkembangannya. Ini kalau warganet, khususnya kalangan remaja dan pelajar yang terdidik, bijak dan paham beretika digital di ruang digtal yang memang tanpa batas.

Lalu Idham mencontohkan, biasakan membaca tuntas setiap kali mendapat info di medsos. Cek kebenarannya lewat beragam aplikasi yang ada, sebelum di-share ke ruang publik. ”Itu penting agar tidak bikin gaduh, hingga memicu disintregasi sosial atau mengganggu kebersamaan di kelas hingga dalam masyarakat,” kata Lalu Idham, seraya menyarankan pelajar untuk menjaga kekompakan di medsos.

Dari perspektif berbeda, Lalu Rupawan Joni mengatakan, menjaga perilaku di medsos sesuai etika juga jangan mengabaikan ancaman atas akun pribadi kita dari serangan cyber bullying yang tak kita inginkan.

”Biasakan ganti password dan PIN di semua akun pribadi kita untuk mencegahnya. Memang, tak ada yang aman 100 persen. Meski sedikit ribet, tapi lebih menenteramkan kita dari ancaman yang bisa merusak nama baik kita di ruang digital,” pesan Lalu Rupawan Joni.

Sekadar catatan, webinar literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.

Program #literasidigitalkominfo tersebut, tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Medsos Doxing Cyberstalking Harrasing

Terkini | Senin, 15/06/2026 10:54 WIB

Terpopuler

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777