https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Program "Solusi" Beri Kemudahan Bagi Nelayan

Redaksi | Minggu, 14/05/2023 21:21 WIB



Program Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki (tengah) bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki (kiri) saat meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Lhoknga, Aceh Besar, Aceh. (Foto Kemenkop UKM)

Jakarta, Jurnas.com - Program Solar untuk Koperasi (Solusi) nelayan merupakan upaya pemerintah untuk memberi kemudahan bagi nelayan untuk mendapatkan akses bahan bakar minyak (BBM) solar dengan harga murah.

Hal itu, diutarakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, saat menghadiri acara Mukernas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Aceh Besar. “Karena ini sistem yang kita bangun supaya para nelayan bisa mendapatkan harga solar, seperti harga SPBU,” kata Teten dalam keterangannya, diterima di Jakarta. Minggu (14/5).

Menkop dan UKM juga turut meresmikan penggunaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) program Solusi nelayan di Teupin Gaki Tuan, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga :
Menhaj Bertolak ke Saudi Pimpin Amirulhaj, Pastikan Layanan Jemaah Terkawal

Solusi nelayan merupakan program bersama Kemkop dan UMK, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memenuhi ketersediaan BBM maupun produk lain bagi nelayan.

Menurut Teten, 60 persen biaya produksi nelayan yaitu untuk membeli BBM. Maka apabila nelayan membeli BBM secara eceran di pasar tentu akan kemahalan, dengan harga antara Rp10-12 ribu per liter, sehingga sangat berdampak pada kesejahteraan nelayan.

Baca juga :
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Karena, lanjut dia, di Indonesia terdapat 11 ribu desa nelayan, tapi jumlah SPBU nelayan cuma sekitar 388 unit. Tentunya, cara praktis nelayan untuk mendapatkan BBM dengan mudah dan cepat yaitu dari pengecer.

“Jadi kita tidak hanya ingin para nelayan kecil bisa mudah mendapatkan, tapi juga mudah mengakses dengan harga SPBU, bukan harga pengecer. Harga SPBU sekarang Rp6.800 per liter, selama ini para nelayan (beli) Rp10-12 ribu per liter, kan kemahalan sehingga kesejahteraan nelayan tergerus,” ujarnya.

Baca juga :
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Teten menambahkan, pembangunan SPBU untuk nelayan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Semua SPBU tersebut nantinya akan dikelola oleh koperasi nelayan di seluruh Tanah Air.

Penyaluran BBM tersebut juga sesuai dengan nama, alamat dan volume, serta tersinkronisasi dengan My Pertamina. Untuk tahun ini, ada tujuh unit SPBU nelayan sebagai percontohan yang dibangun di seluruh Indonesia dalam program Solusi nelayan, dan salah satunya di Lhoknga, Aceh Besar.

“Jadi nanti kalau misalnya (anggota) KNTI mungkin kebutuhan solar rata-rata 10 liter per hari untuk kapal 10 GT. Kalau dirata-ratakan per orang 25 hari kerja sebulan, maka ada jatah 250 liter, sehingga nanti nelayan tidak usah takut kalau ambil 10 liter sehari,” ujarnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menkop UKM solusi nelayan SPBU

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777