https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Waspada, Pelajar Miliki Risiko Terdampak Paling Tinggi di Dunia Digital

Syafira | Sabtu, 08/04/2023 15:03 WIB



Waspada, Pelajar Miliki Risiko Terdampak Paling Tinggi di Dunia Digital Ilustrasi menggunakan media sosial (Foto: Muti/Jurnas)

Jurnas.com – Sebagai pengguna internet dengan tingkat penetrasi tertinggi (99,16 persen), remaja (13-18 tahun) memiliki risiko terdampak paling tinggi di dunia digital. Untuk mengeliminasi dampak buruk dunia digital, remaja – atau usia pelajar – butuh etika dan literasi digital.

”Etika pelajar di dunia digital berarti selalu berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi melalui media digital,” tutur Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Lombok Timur Martua Hamonangan Nasution saat menjadi narasumber dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk komunitas pendidikan di Lombok Timur, NTB, Sabtu (8/4).

Dalam diskusi virtual bertajuk ”Etika Pelajar di Dunia Digital” itu, laki-laki yang akrab disapa Monang itu mengatakan, latar belakang kenapa harus etis di dunia digital, salah satunya karena dalam ruang digital pengguna akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural.

Baca juga :
Studi: Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Penyakit Meski Rajin Berjalan

”Interaksi antar-budaya dapat menciptakan standar baru tentang etika. Media digital membuat setiap warganet berpartisipasi, berkolaborasi dengan orang lain, lintas geografis dan budaya. Untuk itu diperlukan etika digital,” jelas Monang dalam webinar yang dipandu moderator Fitta Mamita itu.

Etika pelajar di dunia digital, menurut Monang, harus memiliki kompetensi literasi digital terkait etiket berinternet (netiket). Selanjutnya, kompetensi mengakses informasi, menyeleksi, dan menganalisis, upaya membentengi diri, produksi dan distribusi, memverifikasi pesan, dan membangun relasi sosial sesuai netiket di platform digital.

Baca juga :
Studi: Otak Manusia Mengandung Mikroplastik Lebih Banyak dari Organ Lain

”Kompetensi lainnya, berpartisipasi membangun jejaring relasi sosial dengan menerapkan netiket, dan berkolaborasi data dan informasi dengan aman dan nyaman di platform digital,” tegas Monang di hadapan siswa sejumlah sekolah menengah atas di Lombok Timur, NTB itu.

Berikutnya, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah mengubah tata cara dan perilaku manusia dalam menjalankan aktivitasnya.

Baca juga :
Cerita Tri Suaka dan Nabila Maharani Akhirnya Punya Album Fisik

”Gunakan internet untuk hal positif. Bukan yang negatif seperti: membahayakan informasi pribadi, menipu, menyebar hoaks, pelecehan atau cyber bullying, plagiasi, tindak kejahatan, pornografi, dan lainnya,” sebut Agus Siswoaji.

Key opinion leader Tenny Clemenstine menambahkan, generasi Z membutuhkan pendidikan karakter di era digital. Hal itu mengingat internet memiliki banyak manfaat. ”Di antaranya, sarana konektivitas dan komunikasi, sumber beragam wawasan ilmu dan pengetahuan, menghemat biaya dan waktu, memperluas ruang pertemanan, dan media hiburan semua kalangan,” urai Tenny.

Untuk diketahui, kegiatan #literasidigitalkominfo pada lingkup komunitas merupakan bagian dari program nasional Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). Program ini menargetkan 50 juta masyarakat Indonesia terliterasi hingga tahun 2024. Tahun 2023, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta.

Program IMCD diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman. Berdasarkan survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemenkominfo bersama Katadata Insight Center pada 2021, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia skornya 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital kita berada dalam kategori ”sedang”.

Program IMCD diperlukan, lantaran survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social menemukan bahwa pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page, Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Digital Pelajar Bahaya Risiko

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777