Ilustrasi - Penelitian Menemukan Protein yang Membalikkan Penuaan Sel, Bikin Awet Muda (Foto: Pexels/Kampus Production)
Jakarta, Jurnas.com - Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Selain berperan sebagai zat pembangun otot, protein juga dibutuhkan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, memproduksi hormon dan enzim, serta menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa asupan protein harian mereka masih belum mencukupi.
Kekurangan protein (defisiensi protein) tidak hanya dialami oleh mereka yang menjalani diet ekstrem, tetapi juga bisa terjadi akibat pola makan harian yang kurang seimbang.
Jika tubuhmu mengalami kekurangan asupan protein, beberapa sinyal dan gejala fisik berikut akan mulai bermunculan:
Protein adalah nutrisi yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat. Ketika kamu mengonsumsi protein dalam jumlah cukup, hormon yang memicu rasa kenyang akan bekerja lebih optimal, sehingga gula darah tetap stabil.
Sebaliknya, jika asupan protein rendah, kadar gula darah akan lebih cepat naik dan turun secara drastis. Hal ini membuatmu mudah merasa lapar kembali dan sering mengidam (craving) makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.
Rambut, kuku, dan lapisan luar kulit sebagian besar tersusun dari protein struktural bernama keratin, kolagen, dan elastin. Saat tubuh kekurangan protein, ia akan menghemat cadangan nutrisi yang ada untuk organ-organ vital seperti jantung dan otak.
Akibatnya, jaringan non-vital seperti rambut dan kuku akan kekurangan nutrisi. Tanda yang muncul antara lain helai rambut yang semakin tipis dan mudah rontok, kuku bergaris atau gampang patah, serta kulit terasa kering dan mengelupas.
Otot adalah tempat penyimpanan protein terbesar di dalam tubuh. Ketika tubuh tidak menerima cukup protein dari makanan untuk menjalankan fungsi metabolisme harian, tubuh secara otomatis akan memecah jaringan otot guna mengambil asam amino yang dibutuhkan.
Proses ini menyebabkan penurunan massa otot (sarcopenia) yang ditandai dengan tubuh terasa lemas, stamina menurun, dan kekuatan fisik yang berkurang saat beraktivitas.
Apakah kamu merasa luka gores, memar, atau bekas jerawat di tubuhmu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh? Pembentukan jaringan baru, penutupan luka, dan regenerasi sel sangat bergantung pada ketersediaan protein dan kolagen.
Jika cadangan protein di dalam tubuh terbatas, proses perbaikan jaringan yang rusak akan terhambat sehingga masa pemulihan luka menjadi jauh lebih lambat.
Antibodi yang bertugas melawan infeksi bakteri dan virus di dalam tubuh terbuat dari protein. Ketika asupan protein harianmu tidak tercukupi, pembentukan sel-sel kekebalan tubuh dan antibodi akan terganggu secara signifikan.
Akibatnya, sistem imun menjadi lemah dan kamu menjadi lebih rentan terserang penyakit infeksi ringan, seperti batuk, pilek, atau flu yang berulang.
Sabtu, 01/08/2026 10:45 WIB
Sabtu, 01/08/2026 10:30 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB