https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Arsjad Rasjid Berharap Ratifikasi RCEP Dongkrak Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi RI dan ASEAN

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 03/03/2023 08:07 WIB



Ratifikasi RCEP juga diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan arus Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia. Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023 dan KADIN, Arsjad Rasjid. Foto: Dok. Jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023 dan KADIN, Arsjad Rasjid berharap ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) membawa momentum positif bagi ekonomi RI dan ASEAN di tengah ancaman resesi global yang berimbas pada konektivitas perdagangan dan keterbukaan ekonomi.

“Hal ini menjadi sinyal positif bahwa negara berkembang termasuk Indonesia yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk merevisi rezim perdagangan regional yang lebih efektif dan kuat dalam implementasinya,” kata Arsjad melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Arsjad menegaskan, ratifikasi RCEP adalah langkah penting untuk meningkatkan akses pasar Indonesia ke negara-negara anggota RCEP dibandingkan dengan perjanjian perdagangan ASEAN + 1.

Baca juga :
Menhaj Bertolak ke Saudi Pimpin Amirulhaj, Pastikan Layanan Jemaah Terkawal

"Selain itu, RCEP adalah blok ekonomi terbesar di dunia. Meskipun tanpa India,negara-negara anggota RCEP mewakili 29% dari PDB global, 27% dari perdagangan global, dan 29% dari investasi langsung asing (FDI) dibandingkan dengan Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP) atau sekarang disebut CPTPP yang hanya mewakili 13% dari PDB global, 15% dari perdagangan, dan 20% dari FDI," kata Arsjad,

 

Baca juga :
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Aksesibilitas dan Arus FDI

Arsjad menambahkan, Ratifikasi RCEP juga diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan arus Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia, dan berkontribusi sekitar USD 1 miliar untuk surplus perdagangan Indonesia dan USD 1,7 miliar untuk arus investasi ke Indonesia pada tahun 2040.

Baca juga :
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Dalam jangka panjang, imbuhnya, RCEP juga akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar 0,07% pada tahun 2040. Selain itu, RCEP juga menciptakan stabilitas dalam hubungan perdagangan Indonesia di tengah guncangan geopolitik serta mendukung penciptaan RVC (Regional Value Chain). Hal ini juga dinilai mampu membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri yang mampu memproduksi value-added products.

"Beberapa industri yang mampu mendapatkan manfaat investasi dari RCEP bisa beragam dari sektor manufaktur, energy, infrastruktur, telekomunikasi termasuk e-commerce dan layanan kesehatan” tambahnya.

Arsjad menekankan peran Indonesia sebagai ketua ASEAN juga mampu mendorong visi ASEAN untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global dengan membawa kepentingan regional bersama sebagai satu komunitas dan satu visi dalam meningkatkan arus perdagangan dan investasi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ratifikasi RCEP KADIN ADSEAN-BAC Arsjad Rasjid

Terpopuler

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777