https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rusia Setop Espor Minyak

Supianto | Rabu, 28/12/2022 08:00 WIB



Rusia Setop Espor Minyak Illustrasi - Harga Minyak Mentah Dunia naik akibar nvasi Rusia ke Ukraina. (Jurnas/Istimewa)

JAKARTA, Jurnas.com - Rusia mengumumkan pada Selasa (27/12) akan melarang penjualan minyak ke negara-negara yang mematuhi batasan harga yang diberlakukan bulan ini oleh Barat.

Di bawah batas harga, yang mulai berlaku pada 5 Desember, pedagang minyak harus berjanji untuk tidak membayar di atas US$60 per barel untuk minyak lintas laut Rusia untuk mempertahankan akses ke pembiayaan Barat untuk aspek penting pengiriman global seperti asuransi.

Batas tersebut telah ditetapkan mendekati harga saat ini untuk minyak Rusia, tetapi jauh di bawah harga di mana Rusia dapat menjualnya di sebagian besar tahun lalu, ketika keuntungan energi tak terduga membantu Moskow mengimbangi dampak sanksi keuangan.

Baca juga :
Kanselir Jerman Usulkan Status Khusus untuk Ukraina di Uni Eropa

Rusia adalah pengekspor minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi, dan gangguan apa pun terhadap penjualannya akan berdampak luas pada pasokan energi global.

Keputusan dari Presiden Vladimir Putin, yang diterbitkan di portal pemerintah dan situs web Kremlin itu merupkan tanggapan langsung terhadap "tindakan yang tidak bersahabat dan bertentangan dengan hukum internasional oleh Amerika Serikat (AS) dan negara asing serta organisasi internasional yang bergabung dengan mereka".

Baca juga :
Tiga Warga AS Tewas Akibat Terpapar Zat Misterius

"Pengiriman minyak dan produk minyak Rusia ke entitas dan individu asing dilarang, dengan syarat bahwa dalam kontrak untuk pasokan ini penggunaan mekanisme penetapan harga maksimum secara langsung atau tidak langsung dipertimbangkan," bunyi dekrit itu, merujuk secara khusus kepada AS dan negara asing lainnya yang telah memberlakukan pembatasan harga.

Larangan Kremlin akan menghentikan penjualan minyak mentah ke negara-negara yang berpartisipasi dalam pembatasan harga dari 1 Februari hingga 1 Juli 2023.

Baca juga :
Jet F-16 NATO Tembak Jatuh Drone Ukraina di Estonia

Larangan terpisah atas produk minyak sulingan seperti bensin dan solar akan berlaku pada tanggal yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Putin akan memiliki wewenang untuk mengesampingkan langkah-langkah tersebut dalam kasus-kasus khusus.

Batas harga Barat, yang tidak pernah diterapkan sebelumnya, bahkan di masa Perang Dingin antara Barat dan Uni Soviet, ditujukan untuk melumpuhkan pendapatan Rusia dan upaya militer Moskow di Ukraina.

Menurut Menteri Keuangan Anton Siluanov, defisit anggaran Rusia bisa lebih besar dari yang direncanakan 2 persen dari PDB pada 2023 karena batas harga minyak menekan pendapatan ekspor Rusia - rintangan fiskal tambahan untuk Moskow karena menghabiskan banyak uang untuk kampanye militernya di Ukraina.

Meski demikian, beberapa analis mengatakan bahwa pembatasan  tersebut akan memiliki sedikit dampak langsung pada pendapatan minyak yang diperoleh Moskow, karena harga minyak Rusia telah jatuh mendekati itu.

Sumber: AFP

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Rusia Setop Espor Minyak Batas Harga Kelompok G7 Amerika Serikat Ukraina

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777