https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Mendorong Akselerasi Pembangunan Bangsa

Aliyudin Sofyan | Selasa, 23/08/2022 14:56 WIB



Sebagai bagian terkecil dari masyarakat, kondisi setiap keluarga dalam satu negara sangat menentukan dalam upaya membangun daya tahan bangsa. Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Upaya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui sejumlah langkah peningkatan mutu kesehatan, pengetahuan dan keterampilan harus konsisten dilakukan untuk mengakselerasi proses pembangunan bangsa.

"Sebagai bagian terkecil dari masyarakat, kondisi setiap keluarga dalam satu negara sangat menentukan dalam upaya membangun daya tahan bangsa. Kesejahteraan keluarga harus mendapatkan perhatian serius," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Selasa (23/8).

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada tahun 2015 angka perceraian di Indonesia ada sebanyak 350 ribu. Kemudian pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 450 ribu pasangan. Sedangkan angka perceraian di tahun 2021 melonjak menjadi 580 ribu pasangan.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Catatan dari BKKBN tersebut, ujar Lestari, harus menjadi perhatian serius semua pihak di negeri ini bahwa kondisi yang semakin tidak menentu saat ini mulai berdampak pada peningkatan hancurnya ratusan ribu keluarga di Indonesia.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mendorong para pemangku kepentingan segera mengidentifikasi akar masalah peningkatan perceraian yang terjadi dan segera dirancang solusi yang dapat memperkuat keutuhan keluarga.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

"Apakah peningkatan angka perceraian itu dipicu masalah internal atau eksternal dari keluarga atau bahkan kedua faktor itu penyebabnya," ujar Rerie.

Kesiapan fisik dan mental pasangan yang akan membentuk sebuah keluarga, tambah Rerie, juga harus benar-benar dipersiapkan lewat sejumlah mekanisme, misalnya seperti bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin di Kantor Urusan Agama.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Selain itu, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, untuk meredam hantaman faktor eksternal upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga harus konsisten dilakukan.

Hantaman pandemi dalam dua tahun terakhir, ujar Rerie, memberi pelajaran bagi kita bahwa faktor eksternal sangat mempengaruhi kondisi setiap keluarga.

Sehingga, tambahnya, berbagai upaya peningkatan daya tahan keluarga dari ancaman eksternal dan internal harus konsisten dan serius dilakukan.

Karena, tegas Rerie, keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil yang berperan penting dalam proses pembangunan bangsa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Keluarga Kesejahteraan Perceraian BKKBN Pembangunan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777