https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kepala BKKBN: Ingat, Hamil Harus Terencana

Supianto | Selasa, 16/11/2021 23:50 WIB



Banyak perempuan yang tidak merencanakan kehamilan sehingga ketika datang ke dokter usia kehamilannya sudah 3 bulan. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo ketika menjadi pembicara dalam Teladan Leadership Insight 2021 Tanoto Foundation, Selasa (16/11).

JAKARTA, Jurnas.com - Pasangan suami istri hendaknya merencanakan kehamilan, jangan sampai tidak direncanakan karena hal ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo ketika menjadi pembicara dalam Teladan Leadership Insight 2021 Tanoto Foundation, Selasa (16/11).

Menurut Hasto, banyak perempuan yang tidak merencanakan kehamilan sehingga ketika datang ke dokter usia kehamilannya sudah 3 bulan. Padahal, masa kritis kehamilan adalah saat janin usia sebelum 56 hari atau sekitar 8 minggu.

Baca juga :
Kisah Faris Berjuang Kikis Angka Stunting Lewat Karya Animasi

"Pada masa inilah sukses tidaknya organ janin tumbuh sehingga bakat bibir sumbing, cacat, atau stunting bisa mulai terlihat pada masa ini," kata Hasto.

Hasto juga meminta laki-laki membiasakan hidup sehat 75 hari sebelum konsepsi (pertemuan sel telur dan sperma) dengan mengurangi atau berhenti merokok.

Baca juga :
Cegah Stunting, Rumah Zakat dan BRI Life Gelar Program Intervensi Gizi

"Sebeb sperma berkualitas yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur sudah terbentuk pada rentang waktu tersebut," ujar Hasto.

Kemudian pada perempuan yang akan menikah harus melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelumnya untuk memastikan Hbnya sudah 11,5, lingkar lengannya sudah 23 cm, kemudian diukur, ditimbang tinggi dan berat badannya.

Baca juga :
Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ada Iming-Iming Foto Berhadiah

Hasto juga menyoroti besarnya uang yang dikeluarkan untuk prewedding dibanding prekonsepsi serta tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi untuk rokok dan pulsa.

"Sebenarnya masyarakat memiliki ruang fiskal yang memadai, sehingga perlunya memberikan pendidikan dan pengetahuan pada masyarakat menggunakan uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat," pungkasnya.

Global CEO Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo mengatakan, seperti mencegah stunting, pembangunan berkelanjutan juga harus dimulai dari keluarga.

"Semuanya dimulai dari keluarga bagimana merencanakan supaya mendapat kesehatan, pendidikan sanitasi dan air bersih yang baik, kemudian pekerjaan, tidak ada kemiskinan dan kelaparan," ujarnya.

Dia memastikan,Tanoto Foundation akan terus bekerja bersama Pemerintah, swasta, NGO, Media dan akademisi untuk terus mencapai SDGs.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hamil Terencana Hasto Wardoyo BKKBN Stunting

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777