https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Google Dikabarkan Kunci Akun Pemerintah Afghanistan dari Taliban

Untung Subagja | Senin, 06/09/2021 16:22 WIB



Tindakan penguncian dilakukan karena kekhawatiran tumbuh atas jejak berkas digital yang ditinggalkan oleh mantan pejabat dan mitra internasional mereka. Logo Google yang dicetak 3D.

Jakarta, Jurnas.com - Raksasa Teknologi Google untuk sementara mengunci akun email milik pemerintah Afghanistan yang berisi basis data pemerintah termasuk perincian tentang karyawan mantan administrasi, kontraktor, dan para sekutu. Penguncian ini dilakukan agar akun itu agar tidak diakses Taliban.

Tindakan penguncian dilakukan karena kekhawatiran tumbuh atas jejak berkas digital yang ditinggalkan oleh mantan pejabat dan mitra internasional mereka.

Dalam minggu-minggu sejak pengambilalihan cepat Afghanistan oleh Taliban dari pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), laporan telah menyoroti bagaimana pangkalan data penggajian biometrik dan Afghanistan dapat dieksploitasi oleh penguasa baru untuk memburu musuh-musuh mereka.

Baca juga :
Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF, Misbhakun: Jangan Dikaitkan Rupiah

Dalam satu pernyataan pada Jumat (3/9), Google Alphabet Inc berhenti mengonfirmasi bahwa akun pemerintah Afghanistan sedang dikunci. Perusahaan menyatakan sedang memantau situasi di Afghanistan dan "mengambil tindakan sementara untuk mengamankan akun yang relevan".

Seorang pegawai dari mantan pemerintah mengatakan kepada kantor berita Reuters Taliban sedang berusaha untuk mendapatkan email-email mantan pejabat.

Baca juga :
Gemini Google Jadi Sponsor Irak dan Maroko di Piala Dunia 2026

Akhir bulan lalu, karyawan tersebut mengatakan bahwa Taliban telah memintanya untuk menyimpan data yang disimpan di server kementerian tempatnya bekerja.

“Jika saya melakukannya, maka mereka akan mendapatkan akses ke data dan komunikasi resmi dari kepemimpinan kementerian sebelumnya,” kata karyawan itu.

Baca juga :
Malaysia Bakal Gugat Meta soal Akun Palsu Anggota Kerajaan

Karyawan itu mengatakan dia tidak mematuhi dan sejak itu bersembunyi. Reuters tidak mengidentifikasi pria itu atau kantor kementeriannya karena mengkhawatirkan keselamatan sang karyawan.

Catatan penukar surat yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa sekitar puluhan badan pemerintah Afghanistan menggunakan peladen Google untuk menangani email resmi, termasuk kementerian keuangan, industri, pendidikan tinggi, dan pertambangan. Kantor protokol kepresidenan Afghanistan juga menggunakan Google, menurut catatan, seperti yang dilakukan beberapa badan pemerintah daerah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Google Afghanistan Taliban Akun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777