Jakarta, Jurnas.com - Setiap Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bentuk kejahatan dan keburukan.
Selain berusaha menjaga keselamatan diri, membaca doa dan zikir dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon penjagaan dari Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis untuk memohon perlindungan dari keburukan makhluk, gangguan, serta bahaya yang tidak diinginkan.
Bacaan tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada pagi dan petang.
Salah satu doa perlindungan yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah Surah Al-Falaq ayat 1–5.
Surah Al-Falaq
Surah ini mengajarkan umat Islam untuk berlindung kepada Allah SWT dari berbagai bentuk keburukan:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ١
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ٢
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ٤
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥
Qul a‘uudzu birabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.’” (QS. Al-Falaq: 1–5).
Surah Al-Falaq mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan, termasuk kejahatan yang datang dari makhluk maupun kedengkian orang lain.
Bacaan Doa
Selain membaca surah Al-Falaq, umat Islam dapat mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari keburukan yang diketahui maupun yang belum diketahui:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ
Allahumma inni a‘uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a‘mal.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku lakukan dan dari keburukan yang belum aku lakukan.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim. Isinya mengajarkan seorang Muslim untuk memohon perlindungan Allah SWT dari keburukan sekaligus menyadari pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Doa Rasulullah
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan yang dapat dibaca pada pagi dan petang sebanyak tiga kali.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma‘asmihii syai’un fil-ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas-samii‘ul-‘aliim.
Artinya: “Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan Jami’ At-Tirmidzi. Bacaan tersebut merupakan bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dalam menjalani aktivitas sehari-hari.






