Gubernur DKI Jakarta Ahok
Jakarta - Etika komunikasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang arogan dengan melontarkan kata-kata kasar membuat warga DKI Jakarta semakin tidak simpati.
Direktur Strategi Indo Survey & Strategy Karyono Wibowo mengatakan, etika komunikasi Ahok sebagai salah satu pertimbangan warga DKI dalam menentukan pemimpin. Apalagi, gaya komunikasi Ahok sudah menjadi tradisi dan sulit untuk dirubah."Penting untuk menjadi perhatian bahwa dengan gaya komunikasi saat ini Ahok berpotensi kehilangan segmen pemilih, terutama yang memang tidak suka dengan gaya komunikasi seperti itu," kata Karyono, ketika dihubungi, Jakarta, Kamis (29/9).Sebab, kata Karyono, warga DKI sebagai pemilih yang cukup cerdas dalam menentukan pemimpin, tidak sekadar dari satu sisi keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga menilai dari sisi etika komunikasi dan moral.Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
"Ini adalah kelemahan yang paling menonjol dari Ahok yang perlu diwaspadai oleh tim koalisi. Kelemahan ini pula yang sering digunakan lawan politik Ahok untuk menyerang dari sisi etika komunikasi," tandasnya.Diketahui, tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sudah mendaftarkan diri ke KPU Provinsi DKI Jakarta. Mereka adalah Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Hanura.
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta Pilgub DKI Jakarta PDIP Golkar Ahok-Djarot























