Terpidana pemberian keterangan palsu kasus e-KTP, Miryam S Haryani (Foto:Ant)
Jakarta - Partai Hanura seharusnya menjunjung etika politik dalam menempatkan kadernya sebagai pejabat di Fraksi DPR. Sebab, posisi kader sangat menentukan integritas sebuah partai.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, kepada Jurnas.com, Jakarta, Jumat (23/2). Menurutnya, Partai Hanura semestinya menempatkan kader yang tidak bermasalah secara hukum."Tentu partai ini (Hanura) harusnya tetap menjunjung etika politik, menjunjung integritas. Kalau tetap ditempatkan pada posisi yang sangat strategis, tentu itu menggerus elektabilitas Hanura sendiri," kata Pangi.Hal itu menyikapi penempatan terpidana kasus e-KTP, Miryam S Haryani sebagai pengurus Fraksi Partai Hanura di DPR. Hal itu berdasarkan surat keputusan DPP Partai Hanura dengan nomor SKEP/DPP-Hanura/II/2018.Baca juga :
HUT ke-19, OSO Resmikan Kantor Baru DPP Hanura
"Tentu akan membuat masyarakat kurang percaya terhadap partai tersebut. Harusnya sudah clear secara integritasnya. Karena partai itu memang sangat bergantung pada figur atau sosok orang," tegasnya.Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) merotasi sejumlah anggota pengurus fraksi, komisi dan alat kelengkapan dewan di DPR maupun MPR.
HUT ke-19, OSO Resmikan Kantor Baru DPP Hanura
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kasus e-KTP Partai Hanura Miryam S Haryani


























