Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10). OTT ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di BNPB. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pengadaan barang dan jasa yang dimaksud ini berkaitan dengan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) Kebencanaan.
Mananggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku geram dan kecewa. Sahroni menilai kejahatan korupsi dana kebencanaan merupakan kejahatan kemanusiaan yang terburuk.
“Komisi III mendukung penuh langkah KPK dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan BNPB ini. Bisa-bisanya di saat masyarakat dan negara sedang berjuang mati-matian menangani bencana, malah ada pihak yang mengorupsi anggaran bencana. Ini jelas kejahatan kemanusiaan yang memalukan dan terburuk. Tidak ada kata ampun untuk para pelaku,” ujar Sahroni, dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Lebih lanjut, Sahroni khawatir akibat aksi korupsi di BNPB ini, upaya penanganan bencana kita jadi terganggu. Maka dari itu, ia mendukung KPK mengusut tuntas kejahatan ini agar BNPB betul-betul bersih.
“BNPB ini kan merupakan lembaga yang bertugas menangani bencana. Nah gimana operasi penanganan bencana kita mau maksimal kalau anggaran kebencanaannya malah dikorupsi seperti ini. Maka saya minta KPK all out usut tuntas siapa pun yang terlibat, dan jangan ada satupun yang dilindungi,” tambah Sahroni.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Komisi III DPR Ahmad Sahroni Dana Kebencanaan BNPB Dikorupsi Kejahatan Kemanusiaan

















