Minggu, 04/10/2026 01:40 WIB

Asal Usul Penamaan Bulan Jumadil Awal dan Maknanya





Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah.

Ilustrasi - asal usul penamaan bulan Jumadil Awal (Foto: Baznas)

Jakarta, Jurnas.com - Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Dalam bahasa Arab, bulan ini dikenal sebagai Jumadal Ula (جُمَادَى الْأُولَى) dan menjadi salah satu dari 12 bulan dalam kalender Islam.

Nama Jumadil Awal ternyata sudah dikenal dalam tradisi masyarakat Arab sebelum datangnya Islam.

Penamaan bulan-bulan tersebut berkaitan dengan kondisi alam dan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lalu.

Secara umum, kata jumada dikaitkan dengan akar kata Arab jamada (جَمَدَ) yang memiliki makna membeku atau menjadi keras.

Menurut penjelasan yang banyak dikutip dalam literatur bahasa Arab, nama tersebut berkaitan dengan musim dingin ketika air dapat membeku.

Dalam penjelasan tersebut, Jumadal Ula dan Jumadal Akhirah merupakan dua bulan yang penamaannya berkaitan dengan kondisi musim dingin.

Nama itu kemudian tetap digunakan ketika sistem kalender Arab berkembang menjadi kalender lunar.

Namun, terdapat pula pendapat kebahasaan lain. Kamus klasik Lane`s Arabic-English Lexicon mencatat bahwa sebagian ahli bahasa mengaitkan jumada dengan kondisi tanah yang menjadi kering dan keras karena sedikitnya hujan, bukan semata-mata air yang membeku.

Kata awal berarti pertama. Penyebutan Jumadil Awal digunakan untuk membedakannya dari bulan berikutnya, yaitu Jumadil Akhir.

Dalam bahasa Arab klasik, bentuk yang juga dikenal adalah Jumadal Ula, dengan ula bermakna pertama. Dikutip dari NU Online, secara tata bahasa Arab, bentuk ula dianggap lebih sesuai karena kata jumada diperlakukan sebagai kata feminin.

Dengan demikian, istilah Jumadil Awal, Jumadil Ula, atau Jumadal Ula pada dasarnya merujuk pada bulan yang sama, yakni bulan kelima dalam kalender Hijriah.

Ada hal menarik dari penamaan Jumadil Awal. Kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan sehingga setiap tahun tanggal Hijriah bergeser sekitar 10–12 hari lebih awal dibandingkan kalender Masehi.

Akibatnya, Jumadil Awal tidak selalu berlangsung pada musim dingin seperti ketika nama tersebut diyakini muncul.

Karena kalender lunar terus bergeser melewati berbagai musim, nama bulan tetap dipertahankan meskipun kondisi cuacanya berubah.

Karena itu, makna nama Jumadil Awal lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sejarah penamaan kalender Arab, bukan sebagai tanda bahwa bulan tersebut pada masa sekarang pasti berlangsung pada musim dingin.

Pada akhirnya, Jumadil Awal merupakan bulan kelima kalender Hijriah yang namanya memiliki kaitan dengan istilah Arab tentang membeku atau kondisi yang menjadi keras dan kering.

Penamaan tersebut telah dikenal sejak masa sebelum Islam dan kemudian tetap digunakan dalam kalender Islam.

KEYWORD :

Info Keislaman Jumadil Awal Asal Usul Penamaan Bulan Jumadil Kalender Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :