Kamis, 01/10/2026 13:31 WIB

Suyudi Diyakini Mampu Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Polri





Kepercayaan publik harus menjadi fondasi utama dalam membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. (Foto: Humas Fraksi PKS)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai Komjen Pol Suyudi Ario Seto memiliki modal pengalaman dan rekam jejak untuk membawa perubahan dalam tubuh Polri. Salah satu fokus yang dinilai penting adalah penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Hal itu disampaikan Habib Aboe setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Suyudi sebagai calon Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut Habib Aboe, pemaparan visi dan misi yang disampaikan Suyudi menunjukkan pemahaman terhadap persoalan yang tengah dihadapi Polri, termasuk tantangan pembenahan internal.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran, kesiapan, serta materi pemaparan visi-misi yang telah Jenderal susun dengan sangat komprehensif hari ini. Dokumen ini merefleksikan pemahaman mendalam Jenderal terhadap tantangan riil yang dihadapi Polri saat ini,” ujar Habib Aboe.

Politikus PKS itu mengatakan pengalaman dan rekam jejak Suyudi menjadi salah satu modal dalam menjalankan agenda reformasi kepolisian. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya dapat mengurangi persoalan internal yang berpotensi menghambat pembenahan institusi.

“Saya meyakini dengan rekam jejak yang bersih dan loyal pada agenda nasional, Jenderal Suyudi memiliki kapasitas untuk mengikis sekat-sekat kultural negatif di internal Polri dan menghadirkan pembenahan yang semakin kuat,” katanya.

Habib Aboe juga menekankan pentingnya menjadikan kepercayaan publik sebagai pijakan dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepolisian.

“Kepercayaan publik harus menjadi fondasi utama dalam membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Saya yakin Jenderal Suyudi memiliki kemampuan untuk membawa Polri menuju level kepercayaan publik yang semakin tinggi secara konsisten,” ujarnya.

Selain reformasi internal, Habib Aboe menyoroti persoalan narkotika yang turut berdampak pada kapasitas lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, pengalaman Suyudi saat memimpin BNN dapat menjadi bekal untuk memperkuat koordinasi penanganan perkara narkotika.

“Pengalaman beliau ketika memimpin BNN dalam menyoroti persoalan overcapacity lembaga pemasyarakatan yang didominasi oleh tahanan kasus narkoba merupakan pengalaman yang sangat penting. Saya yakin sinergi Polri dan BNN ke depan dapat semakin diperkuat,” jelasnya.

Habib Aboe berpandangan penanganan kasus narkotika perlu membedakan posisi pengguna dengan jaringan pengedar maupun bandar. Penindakan hukum secara tegas, kata dia, tetap diperlukan terhadap jaringan peredaran narkoba, sementara pengguna yang membutuhkan penanganan medis dan sosial dapat diarahkan pada rehabilitasi.

“Kita perlu memastikan bahwa jaringan pengedar dan bandar narkoba mendapatkan penindakan hukum yang tegas, sementara pengguna yang memang membutuhkan rehabilitasi dapat memperoleh penanganan yang tepat. Saya yakin Kapolri baru mampu membangun formulasi kebijakan yang semakin sinergis bersama BNN untuk mewujudkan pendekatan tersebut,” tuturnya.

Ia berharap kepemimpinan Suyudi nantinya tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu menerjemahkan visi reformasi Polri ke dalam kebijakan dan langkah konkret.

“Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi besar menjadi langkah konkret. Saya optimistis Jenderal Suyudi dapat membawa semangat pembaruan, memperkuat profesionalisme Polri, dan terus membangun kepercayaan masyarakat,” pungkas Habib Aboe.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi III calon Kapolri Suyudi Ario Seto Habib Aboe Bakar Alhabsyi Politikus PKS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :