Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif
Jakarta, Jurnas.com - Iran memperingatkan negara-negara kawasan mengenai dampak kehadiran Israel di Timur Tengah setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA).
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam kunjungan Netanyahu yang berlangsung pada 27 September tersebut. Tehran menilai kehadiran Israel di kawasan menciptakan situasi yang “berbahaya”, terutama ketika kawasan masih menghadapi ketegangan akibat konflik dan serangkaian serangan Israel.
Dalam pernyataannya pada Selasa (29/9), Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kunjungan tersebut berlangsung pada “waktu yang sensitif”, dengan merujuk pada serangan Israel terhadap Iran serta situasi di Palestina dan Lebanon.
Iran kemudian meminta negara-negara di kawasan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dinilai dapat memengaruhi perdamaian dan keamanan bersama.
Tehran juga menyerukan agar negara-negara kawasan tidak membiarkan wilayah mereka digunakan untuk aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas regional.
Peringatan tersebut disampaikan setelah media Israel melaporkan adanya pertemuan yang lebih luas selama kunjungan Netanyahu ke UEA. Pertemuan itu disebut melibatkan perwakilan sejumlah negara selain Israel dan UEA.
Menurut laporan media Israel yang mengutip sumber Emirat tanpa menyebut namanya, perwakilan dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Maroko, Kuwait, Bahrain, Libya, Oman, dan Mesir turut bergabung dalam pertemuan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran tidak merinci tindakan spesifik yang dimaksud ketika memperingatkan negara-negara kawasan mengenai penggunaan wilayah mereka. Namun, Tehran menekankan bahwa kehadiran Israel di kawasan dalam situasi saat ini dapat meningkatkan risiko terhadap stabilitas regional. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kemlu Iran Negara Teluk Benjamin Netanyahu Uni Emirat Arab
























