Ilustrasi produksi alumunium (Foto: Sputnik)
Jakarta, Jurnas.com - Produksi aluminium primer di negara-negara Teluk Persia anjlok hampir 43 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Agustus menjadi 299.000 ton. Hal tersebut terungkap melalui data terbaru dari International Aluminum Institute (IAI).
Secara global, produksi aluminium pada bulan lalu turun 1,66 persen secara tahunan, mencapai 6,173 juta ton. Adapun total produksi sepanjang tahun berjalan saat ini telah menyentuh angka 48,6 juta ton.
Pada bulan Agustus, negara-negara Eropa, termasuk Rusia, tercatat meningkatkan produksi aluminium primer mereka sebesar 7,2 persen menjadi 643.000 ton.
Sementara itu, hasil peleburan aluminium China pada bulan lalu diperkirakan mencapai 3,874 juta ton, naik sekitar 2,9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Negara-negara Asia lainnya secara gabungan memproduksi 422.000 ton, naik sekitar 2,4 persen.
Di kawasan Amerika Utara, para produsen aluminium mengurangi produksi mereka pada Agustus sebesar 1,5 persen menjadi 329.000 ton. Pada saat yang sama, Amerika Selatan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,8 persen menjadi 133.000 ton.
Australia dan Selandia Baru tercatat meningkatkan produksi aluminium sebesar 3,1 persen menjadi 165.000 ton. Sebaliknya, produksi aluminium di benua Afrika mengalami kemerosotan tajam hingga 33,1 persen menjadi 93.000 ton.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Negara Teluk Produksi Alumunium International Aluminum Institute






















