Ilustrasi - Hari Penerjemah Sedunia setiap 30 September (Foto: Pinterest)
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah era globalisasi dan saling keterhubungan antarnegara yang makin erat, bahasa kerap menjadi tantangan utama dalam komunikasi.
Setiap tanggal 30 September, masyarakat internasional memperingati Hari Penerjemah Sedunia (International Translation Day) untuk memberikan apresiasi atas peran vital para penerjemah, juru bahasa (interpreter), serta praktisi kebahasaan di seluruh dunia.
Peringatan ini diinisiasi oleh International Federation of Translators (FIT) sejak tahun 1953 dan secara resmi diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Majelis Umum 71/288 pada tahun 2017.
Pemilihan tanggal 30 September memiliki latar belakang sejarah dan tradisi keagamaan.
Tanggal ini bertepatan dengan hari wafatnya Santo Hieronimus (St. Jerome), seorang imam dan cendekiawan Kristen yang dikenal atas karyanya menerjemahkan sebagian besar teks Alkitab ke dalam bahasa Latin (dikenal sebagai Vulgate).
St. Jerome dianggap sebagai pelindung para penerjemah karena dedikasinya dalam menyelaraskan makna bahasa tanpa menghilangkan esensi teks aslinya.
Karya besar tersebut menjadi salah satu tonggak literasi dan tradisi penerjemahan paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia.
Penerjemah bukan sekadar mengalihbahasakan kata demi kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Profesi ini menuntut pemahaman lintas budaya, kontekstualisasi lokal, serta ketelitian tinggi agar pesan yang disampaikan tetap utuh dan tepat sasaran.
Di ranah diplomasi internasional, peran juru bahasa (interpreter) menentukan keberhasilan negosiasi damai dan kerja sama bilateral.
Sementara di sektor bisnis, sains, dan teknologi, penerjemah memastikan literatur riset, perangkat lunak, serta karya sastra dapat diakses oleh khalayak global tanpa hambatan bahasa.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan mesin penerjemah otomatis (Machine Translation), industri kebahasaan menghadapi dinamika baru.
Meski teknologi mampu mempercepat proses pengolahan teks, sentuhan manusia, khususnya dalam memahami humor, idiomatik, nuansa emosi, serta kepekaan budaya lokal tetap menjadi elemen yang tak tergantikan.
Peringatan Hari Penerjemah Sedunia setiap 30 September menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran diplomasi, perdagangan internasional, hingga pertukaran budaya global, ada kerja keras para praktisi bahasa yang senantiasa meruntuhkan tembok perbedaan dan membangun jembatan pemahaman antarumat manusia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Penerjemah Sedunia 30 September Peringatan Internasional Bulan September





















