Kamis, 10/09/2026 18:52 WIB

Mensos Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos: Mari Peduli Tetangga





Ilustrasi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh SDM di Sekolah Rakyat untuk ikut terlibat dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga, dengan mendaftarkan diri menjadi Agen Perlinsos (Perlindungan Sosial). Gerakan ini ditujukan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial (bansos), tetapi belum terdaftar dalam data penerima bantuan.

Ajakan itu disampaikan Mensos Gus Ipul dalam Kegiatan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Pengelolaan Konflik dan Psychological Safety bagi SDM Sekolah Rakyat di Ballroom Hotel Grand Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (9/9/2026).

Gerakan Nasional Peduli Tetangga merupakan gerakan kepedulian sosial yang mendorong masyarakat membantu tetangga atau keluarga yang membutuhkan bansos untuk masuk dalam pendataan melalui pendaftaran secara digital.

Menurut Gus Ipul, keterlibatan masyarakat diperlukan karena tidak semua warga memiliki telepon pintar, memahami literasi digital, memiliki dokumen yang lengkap, atau memiliki keberanian untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.

“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian semua, untuk bersedia menjadi Agen Perlinsos. Supaya data kita makin akurat, mari kita peduli sama tetangga kita, kalau kita tidak bisa menjangkau yang lain, tetangga kita dululah,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan pesan bahwa Kemensos bekerja untuk membantu Presiden Prabowo Subianto mengimplementasikan Pasal 34 ayat (1) UUD Republik Indonesia 1945, yakni ‘fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara’.

“Ingat baik-baik ini, intinya kita sedang membantu Presiden Prabowo Subianto untuk kerja cepat eksekusi Pasal 34,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan untuk memulai kerja tersebut, maka dibutuhkan data yang akurat, agar program-program yang dilaksanakan bisa tepat sasaran, menjangkau penerima manfaat yang berhak.

“Kalau datanya akurat, maka yang akan sekolah di sekolah rakyat, iya akan anak-anak yang memang membutuhkan bantuan negara,” imbuhnya.

Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 terkait DTSEN, mencoba menghadirkan data tunggal yang terintegrasi. Data tersebut terus dikonsolidasikan melalui proses pemutakhiran setiap tiga bulan sekali, mengingat data yang bersifat dinamis.

Oleh karena itu, Gus Ipul mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses pemutakhiran data melalui kanal-kanal yang telah disediakan termasuk salah satunya melalui Agen Perlinsos.

“Jangan-jangan di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, dengan memasukkan nama mereka ke dalam data kita. Maka kita akan meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dengan cara siap menjadi agen perlinsos. Agen perlinsos ini adalah bagian dari digitalisasi bansos,” jelasnya.

Kepada 609 orang SDM Sekolah Rakyat yang hadir secara luring ataupun daring, Gus Ipul mengungkapkan Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi dalam eksekusi Pasal 34 ayat (1) tersebut, oleh karena itu SDM-nya harus terampil.

Maka dari itu, kegiatan-kegiatan pelatihan terus dilaksanakan, untuk membuat SDM Sekolah Rakyat semakin terampil, salah satunya melalui pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Pengelolaan Konflik dan Psychological Safety ini.

“Jadi ini adalah upaya pelatihan terus menerus secara berkelanjutan, bergantian untuk seluruh SDM sekolah rakyat, khusus hari ini adalah untuk penguatan tata kelola di bidang pengawasan, monitoring, evaluasi, dan juga pencegahan terhadap terjadinya kekerasan fisik atau kekerasan seksual, perundungan, maupun intoleransi,” pungkasnya.

KEYWORD :

Menteri Sosial Gus Ipul SDM Sekolah Rakyat Agen Perlinsos Peduli Tetangga




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :