Senin, 07/09/2026 15:31 WIB

BNI Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan dan Jaga Data Pribadi





Pengelolaan keuangan yang sehat dapat dimulai dengan mengenali kondisi keuangan pribadi, merencanakan pemasukan dan pengeluaran, serta mengendalikan gaya hidup.

Lampung Financial Festival 2026 di Novotel Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (Foto: BNI)

Bandar Lampung, Jurnas.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendorong generasi muda untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini melalui rangkaian Lampung Financial Festival 2026 di Novotel Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Dalam sesi Business Talks – Panel Discussion 1: The Bankers, BNI yang diwakili Regional CEO BNI Wilayah 03 Bagus Ardani Sutoyo membahas kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi dan keuangan di era digital.

Pembahasan menekankan pentingnya kecakapan finansial di tengah semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan dan transaksi digital. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengatur keuangan, memahami produk finansial, serta mengambil keputusan sesuai kebutuhan dan tujuan jangka panjang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kemudahan bertransaksi perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola keuangan. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dengan memahami arus pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan dana untuk tabungan dan tujuan finansial.

“Pengelolaan keuangan yang sehat dapat dimulai dengan mengenali kondisi keuangan pribadi, merencanakan pemasukan dan pengeluaran, serta mengendalikan gaya hidup. Biasakan menyisihkan dana untuk tabungan sejak menerima penghasilan, menyiapkan dana darurat, dan menggunakan utang secara bijak agar tidak mengganggu kebutuhan utama,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Menurut Okki, kebiasaan tersebut perlu diperkuat dengan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan layanan perbankan, tetapi juga perlu memahami manfaat, risiko, serta kesesuaiannya dengan kondisi keuangan masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, keputusan finansial dapat dibuat berdasarkan kebutuhan dan tujuan, bukan semata-mata karena kemudahan akses.

Selain sesi diskusi panel, BNI juga membekali generasi muda melalui educational class mengenai pengelolaan keuangan di tengah meningkatnya aktivitas digital. Edukasi tersebut turut menekankan pentingnya menjaga data pribadi dan informasi perbankan, mengenali berbagai modus penipuan, serta memastikan setiap informasi maupun tawaran keuangan berasal dari sumber resmi.

“BNI mendukung peningkatan literasi keuangan generasi muda melalui produk dan program yang membantu membangun kebiasaan menabung sejak dini, mulai dari Taplus Anak, Taplus Muda, hingga wondrZ yang memungkinkan anak belajar mengelola keuangan dengan pengawasan orang tua. Dukungan tersebut juga diperkuat melalui fitur Life Goals di wondr serta edukasi langsung lewat BNI Goes to School,” kata Okki.

Menurut Okki, literasi keuangan dan digital menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan ekonomi yang semakin cepat. Kemampuan mengelola keuangan dengan baik akan membantu mereka lebih siap memanfaatkan berbagai peluang sekaligus menjaga ketahanan finansial.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan literasi keuangan, inklusi keuangan, serta pemanfaatan layanan digital secara bertanggung jawab.

BNI meyakini perpaduan antara pengelolaan keuangan yang sehat, literasi digital, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk membangun kemandirian finansial sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

KEYWORD :

Info Bank BNI Okki Rushartomo Transaksi Digital




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :