Sabtu, 05/09/2026 12:37 WIB

Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Buka LKBB-PB Tingat Nasional Tahun 2026





Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Buka LKBB-PB Tingat Nasional Tahun 2026

Wakil Ketua MPR, Bambang Wuryanto. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR, Bambang Wuryanto, membuka secara resmi Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat malam (4/9/2026). Pembukaan LKBB-PB tingkat Sekolah Menengah Atas dan sederajat ini ditandai dengan pemukulan gong.

Ikut mendampingi dalam pemukulan gong antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E, M.M, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, S.H., para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR, Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI, Ketua Dewan Penasihan Purna Paskibraka Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Tejo Baskoro.

LKBB-PB MPR RI Tahun 2026 tingkat nasional ini diikuti 30 sekolah yang menjadi juara pemenang pertama tingkat provinsi. Selama penyisihan dalam LKBB-PB di tingkat provinsi, siswa SMA dan sederajat yang menjadi juara pertama ini sudah menunjukkan kedispilinan, kekompakan, keberanian, serta semangat cinta Tanah Air. Para juara pertama di tingkat provinsi kemudian berkompetisi di tingkat nasional di Jakarta untuk menampilkan kemampuan terbaik dan membawa semangat daerah.

Dalam pesannya kepada peserta LKBB-PB tingkat nasional tahun 2026, Bambang Wuryanto menegaskan bahwa hal utama dan penting dalam kreasi baris berbaris dan pengibaran bendera adalah pembentukan disiplin. “Jika tidak memiliki disiplin maka di masa depan adik-adik akan ‘tewas’ (gagal),” ujarnya.

Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Patjul ini mengungkapkan sedikitnya ada tiga disiplin yang harus dimiliki peserta LKBB-PB, yaitu disiplin waktu, disiplin komunikasi dan disiplin bertindak. Dalam baris berbaris dan pengibaran bendera penting untuk memiliki disiplin waktu, “Ketepatan waktu ini penting untuk koordinasi di antara sesama anggota satu tim. Dengan disiplin waktu maka akan ada koordinasi kapan untuk berlatih, dan lainnya,” jelasnya.

Disiplin yang kedua, menurut Bambang Wuryanto, adalah disiplin komunikasi. “Setiap peserta dan para pendamping harus selalu berkomunikasi. Tanpa komunikasi di antara sesama anggota tim dan pendamping serta pelatih maka tidak akan jalan,” terangnya.

Sedangkan disiplin yang ketiga, lanjut Bambang Wuryanto, adalah disiplin bertindak. “Jika saatnya harus bertindak maka harus tetap dilaksanakan atau dikerjakan. Tidak lalai dalam bertindak, melainkan tetap disiplin dalam bertindak,” ujarnya.

Bambang Wuryanto menambahkan dengan tiga disiplin itu maka tumbuh kepercayaan pada seseorang. Komandan akan percaya kepada anggota regunya. “Adik-adik akan dipercaya. Ketika sudah tumbuh kepercayaan atau trust maka semua bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

“Jadi inti baris berbaris adalah disiplin. Sedangkan disiplin dalam pengibaran bendera, sikap sempurna dan menghormati bendera Merah Putih merupakan wujud kecintaan kita kepada negara dan bangsa ini. Kecintaan pada bangsa dan negara diwujudkan dalam baris berbaris dan pengibaran bendera ini,” sambungnya.

Terakhir, Bambang “Patjul” Wuryanto berpesan agar para siswa peserta LKBB-PB tetap menjalin silaturahmi dengan membentuk grup whatsapp agar semangat di antara peserta LKBB-PB tetap hidup.

Jalin Silaturahmi

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengucapkan selamat datang kepada peserta LKBB-PB yang merupakan juara pertama di tingkat provinsi. Ia mengungkapkan LKBB-PB sudah dimulai pada tahun 2025 dengan hanya diikuti 7 provinsi. Kemudian, jumlah peserta LKBB-PB meningkat pada tahun 2026 sebanyak 30 provinsi. “Pada tahun depan, 2027, LKBB-PB ini akan diikuti seluruh provnsi atau 38 provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Wanita pertama yang menjadi Sekretaris Jenderal MPR RI ini menyebutkan LKBB-PB ini tidak hanya sekadar lomba melainkan untuk menjalin silaturahmi. “LKBB-PB ini untuk menjalin silaturahmi dan keakraban di antara para siswa peserta LKBB-PB dari setiap provinsi. Pertemuan dalam LKBB-PB ini agar bisa dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban,” ujarnya.

Siti Fauziah berharap dari LKBB-PB ini tidak hanya mencari kemenangan tetapi mengikuti LKBB-PB tingkat nasional ini sebagai pengalaman sekaligus pembelajaran serta menumbuhkan karakter dalam diri peserta LKBB-PB, “Ketika kembali ke daerah masing-masing, peserta membawa pengalaman, pembelajaran, sekaligus pembentukan karakter serta jalinan silaturahmi di antara para siswa,” katanya.

Siti Fauziah juga berharap para siswa bisa mempersiapkan diri baik kemampuan dan keterampilan dalam LKBB-PB maupun kesiapan fisik untuk mengikuti lomba. “Semoga para peserta bisa siap secara mental dan fisik untuk mengikuti LKBB-PB tingkat nasional yang akan dimulai esok pagi,” harapnya.

Ketua Dewan Penasihat PPI DKI Jakarta, Bambang Tejo Baskoro mengucapkan terima kasih kepada jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI yang telah memberikan kepercayaan kepada PPI untuk menyelenggarakan LKBB-PB. Lomba ini sudah dilaksanakan di 30 provinsi dimulai dari Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berakhir di Provinsi Aceh, sejak April sampai Juli 2026.

“Pemenang di tingkat provinsi maju ke LKBB-PB tingkat nasionall. Lomba ini menjadi kebanggaan bagi adik-adik semua sehingga bisa berprestasi di tingkat nasional di samping menjalin ikatan silaurahim dalam kerangka NKRI,” ujarnya.

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Wuryanto Siti Fauziah LKBB-PB




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :