Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan wilayah di kota Nabatieh, Lebanon selatan, pada 11 April 2026 (Foto: Abbas Fakih/AFP)
Beirut, Jurnas.com - Markas Besar Angkatan Bersenjata Lebanon secara tegas membantah tudingan Israel terkait efektivitas kinerja militer di wilayah selatan Lebanon.
Dikatakan bahwa seluruh personel tetap berkomitmen penuh menjalankan perintah pertahanan demi menjaga kedaulatan, serta keamanan nasional di tengah eskalasi militer Israel yang terus meluas.
Respons ini dikeluarkan menyusul laporan media Israel yang menuding militer Lebanon gagal menjalankan inspeksi, serta tidak kooperatif dalam mengamankan zona percontohan.
Sumber militer Lebanon kepada Arab News mengatakan bahwa militer telah menjalankan tugas sesuai komitmen di dalam maupun di luar zona percontohan.
Sebaliknya, sumber tersebut menuding pihak Israel yang merusak kesepakatan dengan menghalangi kepulangan warga lokal, menolak proses rekonstruksi rumah yang hancur, serta menolak pembentukan mekanisme verifikasi independen.
"Tudingan tersebut sama sekali tidak benar. Bagaimana bisa militer Lebanon melakukan pengintaian dan pemetaan jika rudal-rudal Israel terus beterbangan di atas kepala kami?" ujar sumber militer tersebut.
Di saat bersamaan, otoritas peradilan Lebanon mengungkap pembongkaran jaringan militer ilegal yang beroperasi di sepanjang perbatasan Lebanon dan Suriah.
Penyelidikan yang disupervisi langsung oleh Jaksa Agung Hakim Ahmad Rami Al-Hajj ini mengamankan lima anggota inti jaringan, termasuk Ali Safi, mantan kolonis Angkatan Udara rezim Suriah yang bersembunyi di Akkar dengan menyamar sebagai penjual kopi.
Jaringan ini diduga dikendalikan oleh mantan jenderal Suriah yang berdomisili di Moskow untuk memfasilitasi penyelundupan senjata, selundupan personel, serta pelatihan militer di kamp-kamp kawasan Bekaa Utara guna menyiapkan operasi militer di wilayah pesisir Suriah.
Sementara itu, situasi keamanan di Lebanon Selatan kembali memanas setelah jet tempur Israel melancarkan gelombang gempuran udara masif di kawasan Nabatieh, Kfar Rumman, dan Arabsalim pada Rabu pagi. Serangan udara tersebut dilaporkan menjadi yang terberat sejak penurunan intensitas militer pada Juni lalu.
Data terbaru Kementerian Kesehatan Publik Lebanon mencatat akumulasi korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret hingga 1 September 2026 telah mencapai 4.353 jiwa dan 12.323 orang luka-luka.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Israel vs Lebanon Zona Percontohan Militer Lebanon Selatan

























