Sabtu, 29/08/2026 04:15 WIB

Beri Dampak Nyata, Program Keluarga Maju Muba Raih Penghargaan





Program Keluarga Maju dinilai sebagai program pertama di Indonesia yang merumuskan kebijakan pemberdayaan berkelanjutan berbasis keluarga

Bupati Muba Banyuasin, Toha Toret (Foto: Ist)

‎Jakarta, Jurnas.com - Program Keluarga Maju yang dijalankan oleh pemerintahan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Sumatra Selatan, Toha Tohet, bersama wakilnya, Abdul Rohman Husen, meraih penghargaan sebagai terobosan yang inovatif.

Di ajang Detik Award 2026, PKM dinilai sebagai program pertama di Indonesia yang merumuskan kebijakan pemberdayaan berkelanjutan berbasis keluarga yang mencakup tiga dimensi yaitu UMKM, sertifikasi keterampilan, dan pendidikan perguruan tinggi.

‎Menurut Bupati Toha, penghargaan tersebut menjadi semangat dan acuan dalam berkerja bagi dirinya sebagai bupati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin. " Suatu kehormatan atas pengakuan dari detik atas kinerja Kabupaten Musi Banyuasin," kata Bupati Muba.

‎Dalam penyelenggaraan PKM, bantuan langsung ditransfer ke rekening kepala keluarga untuk memutus rantai panjang administrasi, sehingga bantuan pemerintah bisa langsung dipergunakan masyarakat.

Sasaran penerima manfaat dilakukan secara ketat melalui penyesuaian DTSEN sesuai Instruksi presiden No. 4 tahun 2025, kemudian dilakukan verifikasi dan validasi secara door-to-door. Setelah menerima bantuan, penerima manfaat mendapatkan pendampingan untuk memastikan bantuan dibelanjakan sesuai peruntukannya.

‎Melalui PKM, pemerintah daerah memberikan intervensi yang bersifat produktif dengan mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu membangun sumber penghidupan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sejak 2025, PKM mulai direalisasikan sebagai bagian dari komitmen tahun pertama pemerintahan Toha-Rohman. Program ini kemudian secara resmi disalurkan kepada ratusan kepala keluarga pada Desember 2025, dan diarahkan bukan sebagai bantuan jangka pendek, melainkan sebagai investasi produktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

‎Adapun nilai bantuan PKM untuk keluarga penerima manfaat ditetapkan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga. Konsep PKM juga diarahkan agar bantuan tidak berhenti pada pemberian modal. Masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha, sementara generasi muda diberikan akses terhadap pendidikan perguruan tinggi, pelatihan dan sertifikasi keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

‎Pada 2026, Bupati Toha Tohet dan Wabup Abdul Rohman terus menambah penerima manfaat sekitar 6.000an calon penerima manfaat. Mereka akan mendapatkan bantuan PKM yang tersebar disemua kecamatan sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

‎Dampaknya juga terlihat pada indikator makro pembangunan. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Musi Banyuasin pada 2025 turun signifikan dari 12 persen menjadi 9 persen. Penurunan tersebut menjadi catatan penting, karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, persentase penduduk miskin Musi Banyuasin berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan.

"Prestasi ini patut disyukuri tapi jangan dibanggakan. Yang kita banggakan jika PKM ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Musi Banyuasin," ujar Bupati Toha.

‎Dia menekankan bahwa keberhasilan program seharusnya terlihat dari bertambahnya pelaku usaha, semakin banyak warga yang memperoleh pekerjaan, serta meningkatnya jumlah anak Muba yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

KEYWORD :

PKM Muba Musi Banyuasin Bupati Toha Toret Program Keluarga Maju




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :