Jum'at, 28/08/2026 20:09 WIB

Iran Buka Peluang Jalur Diplomasi Lagi dengan AS, Asal...





Araghchi mengatakan memulihkan kembali jalur diplomasi dengan Washington bukan sesuatu yang mustahil

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Iran membuka peluang untuk kembali menghidupkan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Teheran.

Araghchi mengatakan memulihkan kembali jalur diplomasi dengan Washington bukan sesuatu yang mustahil. Namun, menurut dia, langkah tersebut bergantung pada kesediaan Amerika Serikat mengubah pendekatan terhadap Iran.

“Mengembalikan diplomasi ke jalurnya bukanlah hal yang mustahil. Itu bergantung pada pemahaman AS terhadap satu fakta sederhana: tekanan tidak berhasil,” kata kata Araghchi melalui akun X pada Jumat (28/8).

Araghchi menilai Washington perlu membangun kembali kepercayaan jika ingin membuka ruang bagi diplomasi.

“AS harus membangun kepercayaan, berbicara dengan saling menghormati, mengakui hak-hak kami, dan memenuhi komitmen,” kata dia. 

Pertemuan Araghchi dengan Sheikh Mohammed berlangsung di tengah upaya Qatar meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Qatar tersebut mengunjungi Teheran pada Kamis dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Iran. Selain Araghchi, Sheikh Mohammed bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.

Pembicaraan berfokus pada upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog Iran-AS kembali berlangsung.

Salah satu isu yang turut dibahas adalah usulan pembentukan koridor navigasi bersama sementara di Selat Hormuz serta upaya pembersihan ranjau di jalur strategis tersebut.

Kunjungan Sheikh Mohammed menjadi perhatian karena merupakan perjalanan pertamanya ke Iran sejak konflik yang bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Qatar sebelumnya terus berupaya memainkan peran diplomatik untuk menurunkan ketegangan antara Teheran dan Washington.

Pernyataan Araghchi menunjukkan bahwa Iran masih membuka ruang bagi penyelesaian melalui diplomasi. Namun, Teheran menegaskan bahwa tekanan ekonomi maupun pendekatan koersif bukan jalan untuk membangun kembali hubungan dan pembicaraan dengan Washington.

Bagi Iran, perubahan pendekatan Amerika Serikat menjadi salah satu syarat penting sebelum jalur diplomasi dapat kembali bergerak.

Sementara itu, pembahasan mengenai koridor navigasi sementara dan pembersihan ranjau menunjukkan bahwa persoalan keamanan pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi bagian penting dari upaya meredakan ketegangan kedua negara. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Menlu Iran Abbas Araghchi Jalur Diplomasi Amerika Serikat Iran AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :