Senin, 24/08/2026 13:41 WIB

Pimpinan DPR Serahkan Bantuan, Revitalisasi Desa Adat Sade Dikebut





Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi semua

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam.

Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 120 bangunan yang sebagian besar merupakan rumah adat berbahan kayu, bambu, bedek, dan beratap ilalang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Begitu menerima kabar kebakaran, Sari langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi warga dan kawasan yang terdampak. Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan warga serta melihat proses pembersihan material sisa kebakaran.

Sari juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp200 juta dan 100 paket sembako bagi warga terdampak.

“Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua,” ujar Sari.

Ia menegaskan pemulihan kawasan adat Sade akan menjadi perhatian khusus. Menurutnya, revitalisasi diperlukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sekaligus menjaga keberadaan kawasan adat yang menjadi salah satu ikon wisata budaya Lombok tersebut.

Selain menyerahkan bantuan, Sari turut mengunjungi posko kesehatan untuk memastikan pelayanan kepada warga terdampak berjalan dengan cepat dan tepat.

Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengapresiasi langkah Sari yang turun langsung meninjau kondisi warga pascakebakaran.

“Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga,” kata Winakse.

Winakse menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Saat api mulai membesar, ia berada di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan evakuasi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan petugas bersama armada pemadam telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani kobaran api.

Proses pemadaman juga sempat berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol-Mandalika.

“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” ujarnya.

Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengatakan proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga Minggu (23/8) pagi.

Petugas gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta warga turut dikerahkan untuk membersihkan material sisa kebakaran dan memastikan tidak ada lagi titik api.

“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan,” kata Ridwan.

Ia menyebut penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.

“Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang menjadi ikon Lombok. Kebakaran yang menghanguskan sebagian besar rumah tradisional tersebut tidak hanya berdampak terhadap tempat tinggal warga, tetapi juga mengancam aktivitas sosial dan pariwisata di kawasan tersebut.

Warga berharap proses pemulihan dan revitalisasi dapat segera dilakukan sehingga kehidupan masyarakat kembali normal dan aktivitas pariwisata di Desa Adat Sade dapat kembali berjalan.

 

 

 

KEYWORD :

Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Desa Adat Sade kebakaran Lombok Tengah revitalisasi desa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :