Kapal penyeberangan ASDP membawa alat berat untuk pemulihan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: asdp/jurnas
JAKARTA, Jurnas.com — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan dua kapal penyeberangan, KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape, untuk membantu pemulihan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keduanya membawa dukungan yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan, seperti dukungan kemanusiaan, mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana dengan tidak dipungut biaya alias gratis.
Dukungan ini merupakan bentuk komitmen ASDP untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.
Iran Kaji Penyerangan Aset Militer AS di Eropa
Terbaru, pada Selasa (18/8/2026), KMP Ile Ape diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka. Kapal membawa personel Polres Sikka, tenaga medis, kendaraan, serta alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan material akibat bencana.
“ASDP terus berkomitmen mendukung penanganan bencana di NTT melalui konektivitas penyeberangan yang kami miliki. Mobilisasi personel, tenaga medis, maupun alat berat menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo melalui keterangannya, Rabu (19/8/2026),
KMP Ile Ape bertolak dari Kewapante pada pukul 17.30 WITA dan tiba di Palue pada pukul 22.25 WITA. Pelayaran tersebut membawa 35 penumpang dewasa, terdiri atas anggota Polres Sikka, termasuk lima dokter, serta kendaraan dan peralatan pendukung penanganan bencana.
Adapun muatan yang dibawa meliputi enam unit kendaraan Golongan II R-2, tiga unit kendaraan Golongan IV Barang R-4, serta dua unit alat berat excavator Golongan IX. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan material di wilayah terdampak bencana di Palue, Kabupaten Sikka.
Sebelumnya, KMP Ile Labalekan juga telah dikerahkan untuk mendukung mobilisasi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Kehadiran kedua armada tersebut memperkuat peran ASDP dalam memastikan kebutuhan penanganan bencana dapat bergerak melalui jalur penyeberangan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan, dukungan kemanusiaan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional.
“Dalam setiap mobilisasi bantuan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. KMP Ile Ape diberangkatkan setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait dan memperoleh izin operasi dari KSOP setempat. Kondisi kapal dan seluruh crew juga dalam keadaan baik dan sehat,” jelas Windy.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kapal penyeberangan ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo

























