Selasa, 11/08/2026 03:07 WIB

7 Larangan Tidak Tertulis di Hotel yang Wajib Diketahui





Dalam industri perhotelan, terdapat aturan tidak tertulis (unwritten rules) yang berfokus pada etika, kesopanan, dan rasa saling menghargai

Hotel De Crillon, Paris, Prancis. (FOTO: GETTY IMAGE)

Jakarta, Jurnas.com - Saat menginap di hotel, sebagian besar tamu hanya berpatokan pada aturan formal yang tertera di papan petunjuk atau brosur, seperti jam check-in, larangan merokok di kamar non-smoking, atau larangan membawa hewan peliharaan.

Namun, dalam industri perhotelan, terdapat aturan tidak tertulis (unwritten rules) yang berfokus pada etika, kesopanan, dan rasa saling menghargai.

Mengetahui dan menerapkan etika ini akan membuat pengalaman menginapmu lebih nyaman sekaligus menjaga hubungan baik dengan staf hotel maupun sesama tamu.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini 7 larangan tidak tertulis saat menginap di hotel yang perlu kamu pahami:

1. Keluar Kamar Menuju Area Publik dengan Pakaian Tidur atau Bathrobe

Meskipun kamu sudah membayar kamar tersebut, area seperti lobi, restoran tempat sarapan, atau lorong utama hotel adalah ruang publik.

Berjalan-jalan menggunakan jubah mandi (bathrobe), baju tidur tipis, atau tanpa alas kaki di area restoran dapat mengganggu kenyamanan tamu lain dan dinilai kurang sopan.

2. Membawa Pulang Barang yang Bukan Fasilitas Complimentary

Fasilitas seperti sabun, sampo kecil, sandal kamar (slippers), teh, dan kopi memang disediakan gratis untuk dibawa pulang.

Namun, membawa pulang barang fasilitas tetap—seperti handuk, gantungan baju, pengering rambut (hairdryer), hingga seprai—adalah bentuk pelanggaran etika (bahkan dapat dikenakan denda oleh manajemen hotel).

3. Menggunakan Handuk Putih Hotel untuk Membersihkan Noda Berat

Handuk putih hotel disediakan khusus untuk mengeringkan badan setelah mandi.

Menggunakan handuk tersebut untuk mengelap tumpahan kopi, menyapu sisa makeup tebal, mengelap sepatu, atau membersihkan oli akan meninggalkan noda membandel yang sulit dihilangkan oleh tim laundry.

Jika memutuhkan kain pembersih ekstra, kamu bisa meminta bantuan staf housekeeping.

4. Membiarkan Suara TV atau Musik Terlalu Keras di Atas Jam 10 Malam

Dinding kamar hotel tidak selalu kedap suara sepenuhnya. Mendengarkan musik dengan volume tinggi, menyalakan televisi terlalu keras, atau berbicara serta tertawa terbahak-bahak di lorong kamar pada malam hari dapat mengganggu jam istirahat tamu di kamar sebelah.

5. Menumpuk Sampah Makanan Takeaway Tanpa Diikat Rapi

Memesan makanan dari luar melalui layanan online memang praktis. Namun, membiarkan sisa makanan basah dan tajam aromanya (seperti durian atau seafood) terbuka begitu saja di dalam kamar dapat menimbulkan bau menyengat dan mengundang serangga. Sebaiknya ikat rapi sampah makanan dalam plastik sebelum ditinggalkan.

6. Mengubah Posisi Perabotan Berat di Dalam Kamar

Menggeser kasur, meja kerja, atau lemari berat untuk alasan kenyamanan pribadi dapat merusak lantai kayu/karpet dan menggores dinding. Selain itu, posisi perabotan di hotel umumnya sudah disesuaikan dengan jalur tata letak stopkontak dan keamanan evakuasi.

7. Meninggalkan Kamar dalam Keadaan Sangat Berantakan

Meski tugas housekeeping adalah membersihkan kamar, bukan berarti tamu bisa meninggalkan kamar dalam kondisi sangat kacau—seperti menumpuk handuk basah di atas kasur atau menyebarkan sampah di seluruh lantai.

Merapikan sampah pada tempatnya dan menaruh handuk bekas di lantai kamar mandi adalah bentuk penghargaan atas kerja keras staf kebersihan.

KEYWORD :

Menginap Hotel Aturan Hotel Larangan Hotel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :