Selasa, 21/07/2026 19:21 WIB

Inggris Gagal Juara, Mengapa Thomas Tuchel Tidak Dipecat?





Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, tak luput dari gelombang kritik sepanjang musim panas ini.

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel (Foto: Sports Mole)

London, Jurnas.com - Berakhirnya gelaran Piala Dunia 2026 membuat federasi sepak bola di seluruh dunia mulai mengalihkan fokus untuk merancang siklus turnamen berikutnya.

Tak sedikit negara yang mengambil keputusan drastis hingga merombak jajaran pelatih.

Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, tak luput dari gelombang kritik sepanjang musim panas ini.

Menyusul hasil mengecewakan di babak semifinal, banyak fans hingga pengamat sepak bola menyuarakan desakan agar mantan pelatih Chelsea tersebut dipecat.

Kendati demikian, Tuchel telah menandatangani perpanjangan kontrak sejak Februari lalu yang mengikatnya hingga Euro 2028.

Mengingat posisinya yang masih disukai oleh para pemain, tidak ada tanda-tanda sang juru taktik bakal meninggalkan kursi kepelatihan dalam waktu dekat.

Inggris sebenarnya mengamankan pencapaian terbaik kedua mereka sepanjang sejarah Piala Dunia dengan mengklaim posisi ketiga.

Namun di atas kertas, performa The Three Lions dinilai jauh dari kata mengesankan. Pasukan Tuchel tidak pernah benar-benar tampil dominan penuh dalam delapan laga yang mereka jalani.

Sinyal keloyoan sudah terlihat sejak fase grup saat ditahan imbang 0-0 oleh Ghana—sebuah laga yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.

Di babak 32 besar, Inggris sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya menang tipis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat dua gol telat Harry Kane.

Keberuntungan Inggris berlanjut di babak 16 besar saat menang 3-2 atas Meksiko lewat aksi penyelamatan Jude Bellingham di Stadion Azteca, serta kemenangan kontroversial 2-1 atas Norwegia di perempat final.

Bensin The Three Lions akhirnya benar-benar habis di semifinal usai ditekuk Argentina 1-2. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon, taktik pragmatis Tuchel justru menjadi bumerang.

Antara menit ke-55 hingga gol kemenangan Lautaro Martinez di masa injury time, Inggris menyerahkan penguasaan bola secara drastis hingga hanya mencatatkan rata-rata 12% possession.

Keputusan Tuchel mengubah skema menjadi lima bek justru mengundang gelombang serangan Argentina hingga Lionel Messi leluasa mencetak dua assist.

Tuchel diangkat untuk membawa Inggris melewati garis akhir dan meraih trofi setelah era Gareth Southgate. Namun, tugasnya ke depan akan jauh lebih berat untuk memenangkan kembali hati para pendukung The Three Lions.

Di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 mendatang, Inggris tidak hanya akan bersaing dengan juara dunia baru, Spanyol, tetapi juga kekuatan baru Jerman dan Prancis yang sedang melakukan perombakan besar-besaran.

Jerman, yang tersingkir di babak 32 besar usai kalah adu penalti dari Paraguay, langsung mengambil langkah tegas pasca-pengunduran diri Julian Nagelsmann.

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, disiapkan menjadi juru taktik baru Die Mannschaft.

Sementara itu, Prancis juga bersiap memasuki era baru di bawah kendali Zinedine Zidane setelah Didier Deschamps mengundurkan diri.

Menanggapi peta persaingan tersebut, Tuchel menegaskan pentingnya kemenangan atas Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Sabtu lalu.

"Sangat penting bagi kami untuk mengalahkan Prancis, meskipun itu hanya untuk memperebutkan tempat ketiga, mengingat implikasi psikologis yang sangat besar menjelang kampanye UEFA Nations League dan Euro mendatang," ucap Tuchel dikutip dari Sportmole pada Selasa (21/7).

Ujian terdekat Inggris akan hadir pada jeda internasional September dan Oktober mendatang dalam ajang UEFA Nations League League A.

Inggris dijadwalkan menantang sang juara dunia baru, Spanyol, pada 29 September, disusul bentrokan sengit melawan Republik Ceko dan Kroasia.

Tantangan terbesar Tuchel ada pada Euro 2028, di mana Inggris akan bertindak sebagai tuan rumah bersama negara-negara Britania Raya dan Irlandia.

Mengulang kegagalan musim panas ini di kandang sendiri akan dianggap sebagai bencana besar yang hampir dipastikan mengakhiri kariernya di London.

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Inggris Thomas Tuchel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :