Ilustrasi - Candi Prambanan, salah satu wisata di kota Yogyakarta (Foto: Vaza/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan kuliner, tetapi juga menjadi salah satu pusat sejarah dan budaya terpenting di Indonesia.
Berbagai bangunan bersejarah, museum, hingga kompleks peninggalan kerajaan masih berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan bangsa dari era Kerajaan Mataram Islam, masa kolonial, hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Indonesia, berikut 11 tempat bersejarah di Yogyakarta yang layak masuk dalam daftar kunjungan.
1. Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta merupakan jantung budaya sekaligus kediaman resmi Sultan Yogyakarta. Kompleks istana yang dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada 1755 ini masih berfungsi sebagai pusat pemerintahan budaya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Di dalam kawasan keraton, pengunjung dapat melihat koleksi pusaka kerajaan, gamelan, kereta kencana, hingga berbagai benda bersejarah yang mencerminkan kejayaan budaya Jawa. Pertunjukan tari tradisional dan musik gamelan juga rutin digelar di area keraton.
2. Taman Sari
Berjarak sekitar dua kilometer dari Keraton Yogyakarta, Taman Sari merupakan bekas taman kerajaan yang dibangun pada pertengahan abad ke-18 pada masa Sultan Hamengku Buwono I.
Kompleks ini dahulu berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan, taman air, lokasi meditasi, hingga benteng pertahanan. Kini, kolam pemandian, lorong bawah tanah, serta arsitektur bergaya Jawa dan Eropa menjadikan Taman Sari sebagai salah satu destinasi sejarah paling ikonik di Yogyakarta.
3. Benteng Vredeburg
Tepat di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta berdiri Benteng Vredeburg, bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-18.
Awalnya benteng ini digunakan untuk mengawasi aktivitas Keraton Yogyakarta. Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi museum perjuangan yang menyimpan diorama serta dokumentasi perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.
4. Museum Sonobudoyo
Museum Sonobudoyo menjadi salah satu museum budaya terlengkap di Indonesia. Koleksinya meliputi wayang, keris, topeng, naskah kuno, batik, arca Hindu-Buddha, hingga berbagai artefak peninggalan sejarah Jawa.
Selain melihat koleksi, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan wayang kulit yang rutin digelar pada malam tertentu.
5. Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Monumen Yogya Kembali atau Monjali dibangun untuk mengenang keberhasilan bangsa Indonesia merebut kembali Yogyakarta dari pendudukan Belanda pada 29 Juni 1949.
Museum berbentuk kerucut ini menyimpan ribuan koleksi sejarah, diorama perjuangan, kendaraan militer, senjata, serta ruang hening yang mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
6. Kotagede
Kotagede merupakan bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam yang hingga kini masih mempertahankan nuansa tradisionalnya.
Di kawasan ini terdapat kompleks makam raja-raja Mataram, Masjid Agung Kotagede, rumah-rumah kuno bergaya Jawa dan Indis, serta sentra kerajinan perak yang telah berkembang selama ratusan tahun. Suasana bersejarah masih terasa kuat di setiap sudut kawasan ini.
7. Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman merupakan masjid utama Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1773.
Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan kerajaan sekaligus salah satu contoh arsitektur Jawa klasik yang masih terawat dengan baik. Hingga kini, berbagai tradisi keagamaan Keraton Yogyakarta masih berlangsung di tempat ini.
8. Candi Prambanan
Meski berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Candi Prambanan menjadi salah satu ikon sejarah yang wajib dikunjungi.
Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini dibangun pada abad ke-9 dan dipersembahkan untuk Trimurti, yakni Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma. Relief Ramayana yang menghiasi dinding candi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
9. Candi Ratu Boko
Berada di atas bukit dengan panorama yang indah, Candi Ratu Boko merupakan kompleks situs purbakala yang diyakini sebagai bekas pusat pemerintahan atau keraton pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Situs ini menawarkan perpaduan nilai sejarah, arkeologi, dan lanskap alam yang memikat, terutama saat matahari terbenam.
10. Museum Affandi
Museum Affandi menyimpan ratusan karya maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Selain koleksi lukisan, museum ini juga mempertahankan rumah sekaligus studio sang seniman.
Bangunan museum memiliki bentuk unik menyerupai daun pisang dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta seni dan sejarah perkembangan seni rupa Indonesia.
11. Titik Nol Kilometer Yogyakarta
Kawasan Titik Nol Kilometer bukan sekadar ruang publik, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Di kawasan ini berdiri sejumlah bangunan peninggalan kolonial, seperti Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Kantor Pos Besar, serta berbagai gedung pemerintahan yang menjadi saksi perjalanan Yogyakarta ketika pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia pada masa revolusi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jawa Tengah Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Tempat Bersejarah


















