Jum'at, 03/07/2026 17:06 WIB

KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Hadapi Tatanan Dunia Baru





MUI tengah melakukan penyusunan Peta Jalan Geopolitik 2026-2030 sebagai dokumen strategis untuk memandu kepemimpinan umat Islam Indonesia dalam tatanan dunia

FGD yang digelar MUI jelang KUII VIII dengan tema `Strategic Autonomy, Ketahanan Nasional, dan Kepemimpinan Umat Islam Indonesia dalam Tatanan Dunia Baru`, di Jakarta (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melakukan penyusunan Peta Jalan Geopolitik 2026-2030 sebagai dokumen strategis untuk memandu kepemimpinan umat Islam Indonesia dalam tatanan dunia baru.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan bahwa umat Islam Indonesia harus mengambil peran sentral dalam menghadapi tatanan dunia baru yang kian tidak pasti.

Hal ini disampaikannya dalam FGD dengan tema "Strategic Autonomy, Ketahanan Nasional, dan Kepemimpinan Umat Islam Indonesia dalam Tatanan Dunia Baru", di Jakarta pada Kamis (2/6).

Dalam sambutannya yang sekaligus menyampaikan paparan, Sudarnoto menyatakan bahwa perkembangan dunia saat ini bergerak dalam situasi yang semakin tidak pasti.

"Tatanan global tidak lagi bertumpu pada satu pusat kekuatan, tetapi bergerak ke arah multipolar yang mewarnai persaingan global, baik di sektor ekonomi, enerji, teknologi, keamanan, siber, AI, hingga penguasaan data yang menjadi arena persaingan baru antarnegara," katanya dalam siaran pers diterima di Jakarta, Jumat (3/7).

Sudarnoto menggarisbawahi tantangan nyata yang masih dihadapi umat Islam, terutama masalah penjajahan dan ketidakadilan di Palestina.

Selain itu, ia memberikan perhatian khusus pada diskriminasi terhadap minoritas Muslim dan fenomena Islamofobia yang masih marak di berbagai belahan dunia.

Isu-isu ini dipandang sebagai prioritas yang harus dijawab secara konkret melalui keputusan dalam kongres mendatang. Untuk menjawab tantangan tersebut, Sudarnoto merumuskan empat fungsi strategis yang harus diemban umat Islam Indonesia, dimulai dari fungsi moral.

Dalam fungsi ini, umat Islam Indonesia konsisten bersuara tegas membela Palestina, menolak segala bentuk penjajahan, serta menentang standar ganda dalam hukum internasional.

Komitmen moral ini menjadi fondasi utama dalam diplomasi kemanusiaan Indonesia di panggung dunia.

Selanjutnya adalah fungsi intelektual, di mana umat Islam didorong untuk membangun kepemimpinan pengetahuan melalui narasi Islam rahmatan lil `alamin dan wasatiyah.

Sudarnoto menekankan pentingnya narasi Islam yang moderat dan kompatibel dengan kemanusiaan global agar dapat diterima secara internasional. Hal ini krusial untuk mengimbangi perang narasi dan citra negatif yang sering dilekatkan pada dunia Islam.

Fungsi ketiga dan keempat yang dipaparkan adalah fungsi diplomatik dan ekonomi. Secara diplomatik, umat Islam Indonesia harus aktif hadir melalui berbagai institusi seperti pusat studi dan advokasi kebijakan.

Sementara secara ekonomi, penguatan industri halal dan jaringan perdagangan strategis menjadi basis kemandirian agar umat Islam tidak sekadar menjadi pasar, tetapi menjadi pemain utama dalam geoekonomi global.

Sudarnoto juga mengatakan terkait rencana peluncuran “Peta Jalan Geopolitik 2026-2030” dalam KUII VIII. Dokumen strategis ini akan mencakup lima isu utama, seperti keadilan bagi Palestina, penanganan Islamofobia, adaptasi dunia multipolar, kedaulatan digital (AI dan siber), serta ketahanan nasional melalui geoekonomi.

Peta jalan ini dirancang agar umat Islam Indonesia memiliki panduan operasional yang jelas dalam lima tahun ke depan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Sudarnoto menyatakan bahwa MUI telah merancang pembentukan lembaga-lembaga strategis, termasuk Pusat Studi Palestina dan Antizionisme serta Gugus Tugas Geopolitik 2026-2030.

Seluruh rekomendasi ini diharapkan tidak berhenti pada tataran normatif, melainkan diterjemahkan menjadi program nyata yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di dunia Islam dan kontributor perdamaian global yang inklusif.

KEYWORD :

Majelis Ulama Indonesia KUII VIII Peta Jalan Geopolitik Sudarnoto Abdul Hakim




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :